Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Thursday, February 13, 2020

INDAH NYA BERBAGI bersama PADEPOKAN KABANDUNGAN



Hari rabu tanggal 12 februari 2020, PADEPOKAN KABANDUNGAN, berulang tahun yg ke 12 dengan menggelar kegiatan bakti sosial yg bertajuk "berbagi setitik kasih untuk sesama".Hampir 120 anak yatim datang ke PADEPOKAN KABANDUNGAN ,ikut meramaikan kegiatan rutinan tahunan padepokan Kabandungan.acara BAKSOS ini Dimuali jam 16.00.banyak kegiatan yang diselenggarakan dalam acara tersebut,diantaranya, kegiatan siraman rohani, do'a bersama dan diakhiri dengan ceramah dari Ust Hadi Majalengka ,serta melaksanakan sholat maghrib berjama'ah yang di pimpin langsung oleh TIOW WINATA S.Ag, selaku pemilik PADEPOKAN KABANDUNGAN yang beralamat di dusun Cisasak RT 01 RW 01 Desa Pajagan Kecamatan CISITU SUMEDANG."Alhamdulillah kami bisa berbagi dengan mereka", tandas EANG TIOW yg disapa akrabnya oleh anak anak padepokan.

Acara ini didukung oleh para orangtua asuh PADEPOKAN KABANDUNGAN,pemerintah desa dan segenap warga masyarakat sekitar Padepokan.disela-sela pidatonya ,EANG TIOW yang akrab dipanggil oleh murid-murid padepokan ,mengucapkan rasa terimakasihnya kepada segenap anak-anak padepokan, kepada teh Jeni dan keluarga besarnya di KARAWANG, ucapan terimakasih pada Teh Rossy Rancakalong, ucapan terimakasih pada Andi Jakarta, Adi dan Sherli dari Bogor, ucapan terimakasihnya pada anak anak Kuningan ( Niken, Rere, Onel dan Mitha ) ucapan terimaksih pada Lilis dan keluarganya Rancakalong, Teh Yossi pemilik Bis Aladin Ciamis,   dan saya ucapkan pula rasa terimakasih yg sebesar besarnya kepada,    Yayah, Rika, Maman Jakarta, Udin, Ida, edi, Udin bdg, yaya, ayu, Tessa, nneng cici sambeng majalengka, nneng dewi sumedang, ujang jagong, meta, uda jamu kadipaten,bmamih kuningan, della, miftah, jejen, iis jakarta, lisa maja, Anggelina audrey, Teteh cirebon pesantren Musawwirin, Ust abdurojak pesantren Musawwirin, Nneng lina jakarta, Yuyun Ayuningsih majalengka, Siti Susilawati purwakarta, Nneng vina Jakarta, Nneng rina jakarta,ijang parugpug,m beserta keluarga, pa aris DLLAJR Sumedang, ajat,  mang komo, semua tamu tamu serta anak anak padepokan KABANDUNGAN yg lainnya,
dan kepada seluruh Warga masyarakat yang  telah ikut andil pada kegiatan "INDAHNYA BERBAGI bersama PADEPOKAN KABANDUNGAN





Tim Kabandungan Online sempat hadir dan menyaksikan salah satu dari mereka ada yang terharu sampai-sampai mngeluarkan air mata bahagia,  "Subhanallah,..nuhun ujang, jigana ema mah moal bisa ngaleungitkeun jasana eang da eang teh bageur pisan" tandas ma ijah salah satu warga ci cau yang datang ke Padepokan KABANDUNGAN.kamipun dari tim Kabandungan Online ikut merasakan keterharuan."Semoga kegiatan ini akan menjadikan agenda rutinan Padepokan Kabandungan tahunan "tandas eang TIOW, sambil mengeluarkan air mata."Terimakasih Yaa Allah atas nikmat yg telah ENGKAU berikan kepada kami,...Alhamdulillaahirobbil 'aalamiin" tambahnya....pada pidato sambutannya, eang Tiow mengatakan, kegiatan ini bukan mencari sensasi atau hayang ka puji, ini murni karena mengingatkan perjalanan di masa lalunya, tandasnya pula, sambil mengusap air matanya yg keluar.

para warga yang datang ke Padepokan ,semuanya mengharapkan bahwa kegiatan seperti ini agar dapat dilaksanakan rutin karena bagi mereka ,sangat menjadi berarti dan bermanfaat sekali.disamping itu,keakraban dan keharmonisan diantara warga masyarakat dan Padepokan dapat terjalin dengan erat dan berkesinambungan,karena sudah sepatutnya kita terhadap sesama haruslah saling membantu.

Created, Sinten KABANDUNGAN ONLINE

Tuesday, September 6, 2016

Sebanyak 5.435 penari umbul warga paseh sumedang sukses memecahkan original rekor Indonesia

Sebanyak 5.435 penari umbul sukses memecahkan original rekor Indonesia tari umbul massal yang digelar di lapang sepakbola Madukara kecamatan paseh pagi ini Rabu,31 Agustus 2016. Peserta dari berbagai kalangan dengan mengenakan pakaian tradisional tersebut, telah memenuhi lapangan tersebut. Selain tari umbul juga dipecahkan rekor murak timbel tutug oncom pasireungit dan penggunaan samping kebaya pun turut terpecahkan. Camat Paseh, H Nandang menyebutkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari memperingati hari kemerdekaan RI. Kegiatan pemecahan rekor ORI tari umbul juga didukung paguyuban Pasundan Cabang Sumedang. “Saya juga tak menyangka peserta melebihi dari target,” ujarnya. Bupati Sumedang, H Eka Setiawan, memberikan apresiasi luar biasa atas partisifasi warga Paseh, ia bahkan menyebut tak hanya pemecahan original rekor indonesia, tapi juga dunia.

Camat Paseh, H Nandang S, mengaku optimis dengan telah dibukukannya kembali tari umbul dalam Original Rekor Indonesia (ORI), tari tersebut bisa jadi icon bagi Kabupaten Sumedang, selain tahu. “Tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti tari umbul itu bisa jadi ikonnya Sumedang,” kata Nandang saat diwawancara wartawan usai acara, siang ini. Meski demikian, lanjut dia, hal itu tergantung dari political will dari para pejabat yang akan memajukan tari umbul. “Saya yakin kalau ada political will dari pejabat. Saya yakin bisa, dengan sungguh sunguh fokus terhadap tari umbul bisa menasional bahkan bisa mendunia. Seperti tari Korea, Gangnam style,” ungkapnya. Bahkan lanjut dia, sebagai tindak lanjut dari kegiatan pencatatan rekor ORI itu, pihaknya akan mencoba melakukan ‘ngamen’ ke berbagai daerah. “Kami ingin mencoba suatu saat nanti, ke depan ingin mencoba ngamen ke Unpad di sana ada pasar kaget. Kami juga akan ngamen ke jalan Dago yang ada di Bandung, car free day dan nanti kita ingin ngamen di bundaran HI,” ujarnya. Seperti diketahui Kecamatan Paseh mampu membukukan tari umbul dalam catatan ORI, dengan jumlah peserta 5.435 orang. Selain tari umbul tercatat juga makan timbel tutug oncom Pasireungit terbanyak dan berpakain busana samping kebaya.

kunjungi link vidionya agar bisa di tonton click untuk tonton
https://www.youtube.com/watch?v=YGs0iGbjciM

red; Topan purnama

Tuesday, August 16, 2016

SUMEDANG GELAR FESTIVAL KUDA RENGGONG SE-JAWA BARAT TAHUN 2016



Sumedang,Kabandungan Online
Inilah bentuk kesenian tradisional khas Sunda yang merupakan paduan seni musik, igel (tari), dan hewan peliharaan. Dengan kuda yang dilatih oleh ahlinya, kesenian Kuda Renggong sudah menjadi bagian dari masyarakat Sunda. Di Tatar Jawa Barat, Kuda Renggong bisa kita lihat saat acara hajatan budak sunat. Anak yang disunat biasanya diarah dengan menggunakan kuda yang dihias dan sang kuda berjalan sambil menari mengikuti irama musik di belakangnya.

Kesenian khas Sunda ini sejatinya menyimpan potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu atraksi hiburan bagi wisatawan. Dan itulah yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumedang dengan mengadakan Festival Seni Kuda Renggong Se-Jawa Barat 2016. Kegiatan ini diselenggarakan di Lapangan Pacuan Kuda Sindangraja (Dano), Sumedang utara, Kabupaten Sumedang pada Minggu 14 Agustus 2016.

Festival Seni Kuda Renggong se-Jawa Barat 2016 diselenggarakan oleh Paguyuban Kuda Renggong Kabupaten Sumedang (Paskures) serta Pordasi Jabar. Penyelenggaraan kesenian Kuda Renggong sebagai upaya pelestarian dan pemeliharaan kesenian tradisional kuda renggong.Sebanyak 25 grup Seni Kuda renggong dari 5 kabupaten/kota di Jawa Barat yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Subang, Majalengka, dan Sumedang mengikuti Festival Kuda Renggong tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2016. Acara yang dibuka langsung Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan.

Pembukaan diawali dengan penampilan Seni Tanji anak-anak dari SDN Cigintung yang diikuti oleh Helaran (defile) dari semua peserta festival. Prosesi pembukaan diisi oleh penampilan tari dari Sanggar Seni Karina Maung Lugay dengan diiringi oleh musik Tanji.

Sesuai dengan kategori penilaian festival, masing-masing grup terdiri atas 1 ekor Kuda Renggong Balaster, 1 ekor Kuda Renggong Sandel, 1 ekor Kuda Renggong Silat (Pencak), 1 kelompok musik tanji, dan 1 kelomok penari. “Piala, piagam dan uang pembinaanakan akan diberikan kepada Juara I, II, dan III di setiap kategori yang dilombakan,” tuturnya.

Jumlah peserta dari tiap kabupaten/kota berdasarkan hasil seleksi dari tiap kecamatan yang mempunyai grup Seni Kuda Renggong. “Peserta yang tidak membawa grup musik pengiring bisa menggunakan grup musik yang telah disediakan oleh panitia,” ujarnya Eka.

Dikatakan, juri festival sebanyak 3 orang yang terdiri atas unsur Disparpora Kabupaten Sumedang, STSI Bandung, dan seniman Kuda Renggong. “Kriteria penilaian untuk Kuda Renggong meliputi gerak tari, sistem pengendalian, dan harmonisasi. Untuk Kuda Pencak meliputi keterampilan atau taraksi kuda, sistem pengendalian, dan harmonisasi. Untuk grup musik pengiring meliputi keseragaman pakaian, harmonisasi, refleksi, dan kreativitas. Sedangkan untuk penari meliputi Wiraga, Wirahma, dan Wirasa,” terangnya.

Ketua Pordasi Jawa Barat Agus Welianto yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga dimaksudkan sebagai sosialiasi PON XIX Jabar yang akan digelar beberapa minggu lagi. “Kita mennargetkan 8 medali emas pada PON nanti melalui Cabor berkuda. Kuda-kuda yang digunakan oleh kontingen Jabar sebagian besar dari Sumedang,” tuturnya.

Ia juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang agar dapat meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di Pacuan Kuda Sumedang sebagai pusat pembinaan para atlet dan seniman kuda Sumedang.

Dengan digelarnya festival tersebut, ia mengharapkan agar hak cipta Seni Kuda Renggong dapat tetap dipertahankan dan tidak diklaim oleh bangsa lain. “Festival ini rutin diagendakan tiap tahun di Sumedang dengan harapan Seni Kuda Renggong tetap lestari dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri,” ucapnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Disparbud Jawa Barat Ny. Ida Hernida yang berpesan agar Seni Kuda Renggong tetap dipertahankan sebagai seni warisan leluhur bernilai tinggi. “Saya titip agar Seni Kuda Renggong ini jangan sampai direbut oleh negara lain,” katanya.

Untuk itu, ia berjanji akan terus mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut dari segi anggaran. “Saya akan sampaikan kepada Gubernur agar kegiatan ini terus berlangsung tiap tahunnya. Saya juga minta kepada Pak Agus Welianto yang duduk di DPRD agar turut mensupportnya,” ujarnya.

Bupati menyampaikan ucapan selamat dan penghargaannya kepada para peserta festival khususnya yang datang dari luar Sumedang. “Meskipun Kuda Renggong tumbuh dan berkembang di Sumedang, namun Alhamdulillah telah berkembang luas di beberapa daerah lainnya di Jawa Barat. Mudah-mudahan tahun depan ada kabupaten lain yang ikut bergabung lagi,” ucapnya.

Selain dengan tetap melakukan pembinaan dan perbaikan sarana dan prasarana yang ada, Bupati juga berpesan agar seluruh seniman dan penggiat Seni Kuda Renggong dapat terus menjaga kelestarian tersebut. “Saya menyampaikan terima kasih kepada tokoh, seniman, dan budayawan yang terus memberikan perhatiannya terhadap kesenian asli Sumedang ini. Semoga dapat terus mempertahankannya,” imbuhnya.

Sejak Mei 2015, kesenian tradisional Kuda Renggong ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional berasal dari Jawa Barat. Penetapan ini dikuatkan dengan pemberian sertifikat penetapan bernomor 1539908 dari perwakilan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada acara Festival Seni Kuda Renggong se-Kabupaten Sumedang.


SEJARAH KESENIAN KUDA RENGGONG

Nama Kuda Renggong tak dapat dilepaskan dari Sumedang. Dilansir dari http://uun-halimah.blogspot.co.id, kesenian Kuda Renggong atau yang dahulu biasa disebut kuda igel karena bisa ngigel (menari) ini konon tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Desa Cikurubuk, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang.

Sekitar tahun 1880-an, ada seorang anak laki-laki bernama Sipan yang mempunyai kebiasaan mengamati tingkah laku kuda-kuda miliknya yang bernama si Cengek dan si Dengkek. Dari pengamatannya itu, ia menyimpulkan bahwa kuda juga dapat dilatih untuk mengikuti gerakan-gerakan yang diinginkan oleh manusia.

Selanjutnya, ia pun mulai melatih si Cengek dan si Dengkek untuk melakukan gerakan-gerakan seperti: lari melintang (adean), gerak lari ke pinggir seperti ayam yang sedang birahi (beger), gerak langkah pendek namun cepat (torolong), melangkah cepat (derep atau jogrog), gerakan kaki seperti setengah berlari (anjing minggat), dan gerak kaki depan cepat dan serempak (congklang) seperti gerakan yang biasa dilakukan oleh kuda pacu.

Cara yang digunakan untuk melatih kuda agar mau melakukan gerakan-gerakan tersebut adalah dengan memegang tali kendali kuda dan mencambuknya dari belakang agar mengikuti irama musik yang diperdengarkan. Latihan dilakukan selama tiga bulan berturut-turut hingga kuda menjadi terbiasa dan setiap mendengar musik pengiring ia akan menari dengan sendirinya.

Melihat keberhasilan Sipan dalam melatih kuda-kudanya ‘ngarenggong’ membuat Pangeran Aria Surya Atmadja yang waktu itu menjabat sebagai Bupati Sumedang menjadi tertarik dan memerintahkannya untuk melatih kuda-kudanya yang didatangkan langsung dari Pulau Sumbawa. Dan, dari melatih kuda-kuda milik Pangeran Aria Surya Atmadja inilah akhirnya Sipan dikenal sebagai pencipta kesenian kuda renggong.


Red : Topan Purnama

Saturday, May 21, 2016

DISBUDPARPORA DAN SUMEDANG TELEVISI ( SMTV) GELAR PASANGGIRI JAIPONGAN , PADEPOKAN KABANDUNGAN IKUTKAN PESERTA PASANGGIRI





Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten yang ÓƒÒ¿ 438 tahun 2016,Pemkab Sumedang telah menyelenggarakan kegiatan Pameran Pembangunan yang diselenggarakan dari mulai tanggal 2 Mei hingga 12 Mei 2016.seperti kita ketahui bersama bahwa pada kegiatan pameran kali ini ada perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya.dimana pada tahun 2016 ini kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga titik wilayah.yaitu wilayah Situraja,wilayah Tanjungsari dan wilayah Conggeang.

Adapun hari pembukaan kegiatan pada masing-masing wilayah tersebut tidak dilaksanakan serempak pada satu hari, melainkan berselisih satu hari untuk masing-masing wilayah.dimana untuk tanggal 2 Mei pembukaan dilaksanakan di wilayah situraja,tanggal 3 Mei di wilayah Tanjungsari dan tanggal 4 Mei di wilayah Conggeang.begitu pula dengan penutupan kegiatannya tetap berselisih satu hari.

Dalam hal pelaksanaan kegiatan pameran ini,dimana DISHUBKOMINFO melalui kepala Dinas H.Teddy Mulyono SH. MSi, mengatakan bahwa untuk penyelenggaraan kegiatan di tiga wilayah tersebut,pihak Dishubkominfo kabupaten Sumedang bekerja sama dengan pihak Event Organizer ( EO ).dengan demikian kegiatan yang diselenggarakan di masing-masing wilayah akan tidak sama, tergantung dari pihak EO yang menyelenggarakan di wilayah tersebut.

Khusus untuk wilayah Situraja, pihak DISBUDPARPORA dan pihak pendukung kegiatan yaitu Sumedang Televisi ( SMTV ) ikut berpartisipasi memeriahkan kegiatan pameran pembangunan tahun 2016 ini.dimana DISBUDPARPORA dan SMTV menggelar acara " Pasanggiri Jaipongan ".kegiatan ini ditujukan untuk umum dan diikuti oleh banyak peserta.berbagai kategori dilombakan didalamnya.salah satunya adalah kategori Rampak usia 17 tahun.Jumlah peserta yang mengikuti kompetisi ini berjumlah 67 peserta dari berbagai sanggar, padepokan dan sekolah-sekolah.

Padepokan Kabandungan, nampaknya ikut andil pula dalam kegiatan tersebut.dimana Padepokan Kabandungan mengirimkan utusannya sebagai peserta pasanggiri jaipongan SMTV 2016.karena Padepokan Kabandungan sendiri ingin berpartisipasi dalam hal pelestarian nilai-nilai seni budaya tradisional melalui kegiatan pasanggiri jaipongan ini.adapun kategori yang diikutinya adalah kategori rampak usia 17 tahun.

Dalam kategori Rampak usia 17 tahun,akhirnya Padepokan Kabandungan meraih Juara 1 ( Satu ).sungguh sebuah prestasi yang sangat menggembirakan sekali.pimpinan Padepokan Kabandungan Tiow Winata yang akrab dipangil Eang Tiow ini, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada kami.terutama kepada DISBUDPARPORA dan SMTV yang telah menyelenggarakan kegiatan pasanggiri jaipongan ini.beliau juga menyampaikan harapannya bahwa semoga kegiatan-kegiatan seperti ini agar terus diselenggarakan secara berkelanjutan.jangan hanya pada moment pameran saja namun pada moment-moment yang laiinya juga.karena menurut beliau,kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang sangat positif sekali dalam rangka mengangkat dan melestarikan seni budaya tradisional khusunya kebudayaan Jawa Barat melalui seni ibing Jaipongan.sudah sepatutnya kita selaku generasi penerus harus ikut serta dalam hal pelestarian kebudayaan ini.

DISBUDPARPORA selaku dinas yang membidangi kebudayaan yang bekerjasama dengan SMTV telah memberikan bukti nyata dalam rangka mengangkat dan melestarikan nilai-nilai seni budaya daerah.dan kita selagu warga yang baik maka sudah sepantasnya pula mendukung program-program pemerintah dalam upaya pelestarian nilai-nilai seni budaya ini.generasi muda harus dapat mengenali kebudayaan-kebudayaan daerahnya.jauhnya para generasi muda ini harus berperan langsung dalam berbagai jenis kebudayaan daerah.karena kebudayaan adalah warisan yang sangat luhur nilainya dari para leluhur kita.

Selamat kepada Padepokan Kabandungan,yang telah meraih Juara ÓƒÒ¿ 1 kategori Rampak usia 17 tahun.semoga Padepokan Kabandungan terus meningkatkan prestasinya pada event-event selanjutnya,sehingga dapat mengharumkan nama Padepokan Kabandungan pada Khususnya dan masyarakat Sumedang pada umumnya.


Red : Topan Purnama

Monday, December 14, 2015

Majalengka maju ti urang keur urang


Kabandungan online ( Majalengka)

Majalengka adalah nama kota di Jawa Barat yang terletak antara Sumedang dengan Cirebon, terdiri dari Pegunungan tertinggi di Jawa Barat. Mayoritas masyaratnya antara lain terdiri dari bercocok tanam, bertani, industry berada di Kecamatan Jatiwangi penghasil genteng diantaranya, sebagai tanah yang terbilang cukup subur gemah ripah loh jinawi Majalengka saat ini menjadi sorotan kota –kota besar di Indonesia bahkan di Negara asingpun memperhatikan perkembangan kemajuan pesat karena akan dibangunnya landasan pelabuhan udara atau airport domestic dan internasional. Pelabuhan udara berada di lokasi kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka, menurut sensus statistic penduduk Kabupaten Majalengka sekitar 1,300 juta jiwa.
Sebelum memasuki era globalisasi banyak pelancong dari mancanegara  datang ke kota Majalengka dengan berbagai maksud tujuan, oleh karena ini saat ini masyarakat harus mampu menunjukan kreatifitas dan produktivitas serta budaya khas daerah yang selama ini hampir tidak mengenal, pasalnya banyak pemuda dan pemudi nyaris melupakan budaya daerah.
Seperti dikatakan Unang Ramdani Sekdes Jatiserang Kecamatan Panyingkiran, demi mewujudkan kabupaten Majalengka termaju di Jawa Barat diharapkan para pemuda dan warga belajar mengenal kebudayaan khas daerah Majalengka. Dia mengkhawatirkan apabila bandara terwujud banyak budayawan luar negeri yang berkunjung ke Majalengka, akan mempengaruhi adat istiadat Majalengka. Oleh karena itu para cerdik cendikiawan harus mampu mengantisipasi fenomena tersebut,harap Unang kepada Kabandungan online.
Salah satu contoh budaya daerah adalah sampyong, alatnya dibantu oleh rotan yang dimainkan oleh 2 orang. Budaya seni drama klasik pemain terdiri dari anatara 5 hingga 10 orang.
Unang Ramdani juga salah seorang pecinta budaya kesenian sunda, walaupun bukan asli orang Majalengka. Dia sangat antusias memajukan seni yang ada di Majalengka. Ini adalah salah satu kebanggan bagi kota Majalengka. “Mun lain ku urang  iraha deui, kesenian teh dimumule” harapnya kepada Kabandungan online, sambil mengakhiri wawancaranya.(cucu asep)


           kesenian  sampyong ( pertarungan tradisional khas Majalengka)

red ; Cucu Asep
       
     

Wednesday, December 9, 2015

Akankah alat musik tradisional gamelan punah di telan jaman....??


Kabandungan Online
8 Des 2015 

doc.net


         Dari kejauhan terdengar suara gamelan berdendang merdu. saat tengah melewati desa cijambe tepatnya dusun parugpug .sumedang. suara itu sungguh mengetuk hati inginnya mencari dimana suara gamelan itu berkumandang sahdu. dan ternyata sumber suara itu berasal dari lingkung seni jaipong Sari Rahayu group yang di pimpin oleh bapak oma eje saputra.
mereka lagi latihan serta memperbaiki nada sumbang biar serasi agar seraras dalam satu ketukan irama. "Da mi na ti la da" sungguh terpesona saat nada itu merasuki telinga yang serasa nada itu menyampaikan sesuatu dan untuk saya berkunjung ke tempat itu..
punten pak..... saya dari Crew Kabandungan Online , perkenankah bapak untuk berbincang bincang sebentar , sekilas tentang gamelan alat tradisional sunda yang sedang bapak perbaiki..."
pak oma pun menjawabnya dengan senang hati..." mangga ...ooo  boleh-boleh ....insyallah apa yang bapak ketahui akan bapak ungkapkan . ." ujarnya sambil berhenti sejenak yang sedang memainkan gamelan...
dan pak oma pun bercerita....
" dia terjun kedunia musik sudah lama sekali dan lingkung seni jaipong sari rahayu ini warisan dari keluarganya terun menurun karena sebelumnya  di pimpin oleh Alrm bapak Eje Sunarja yakni dialah orang tuanya dan juga pendiri lingkung seni jaipong Sari Rahayu.
lingkung seni Sari Rahayu group ini didirikan pada tahun 1976 .group itu berdiri dari jaman ketuk tilu  dan gemyung masih berkibar, namun dengan adanya perpaduan jaman yang tadinya alat musik tradisional itu hanya celempung, terompet dan terbang. menjadi bangreng ketika hadir kendang,rebab, dan lain- lain. yakni bangreng itu berciri khas terbang sama penari ronggeng. waktu berjalan seiring perubahan jaman gamelan itu bertambah dari dalam maupun dari luar perubahan itu juga kini menjadi jaipong yang sebenarnya jaipongan itu berasal dari subang karena sesungguhnya dari sumedang adalah bangreng. namun bagi bapak sendiri perubahan ini adalah suatu perjalanan agar lingkung seni yang bapak pimpin tetap berkibar yang terpenting gamelan alat tradisional ini bertambah bukan berkurang atau terkuburnya oleh jaman. namun yang di takuti sekarang justru untuk kondisi saat ini sepertinya alat tradisional, anak cucu kita banyak yang belum mengetahui keberadaannya. apalagi sekarang bukan jaipong dangdut malahan dangdut yang sekarang sudah berbaur Rock. musik Rock yang datang dari luar kini berpadu oleh perubahan jaman. namun kita tidak bisa mengelak perubahan itu karena mungkin perubahan itu cepat atau lambat akan berubah seiring waktu dan jaman yang semakin maju pesat yang terlahirlah musik pembantu seperti Epect dan lain-lain. semoga apapun masukannya dari luar mudah - mudahan tidak menenggelamkan alat musik tradisional gamelan ini. meski dikolaborasikan alat tradisional dengan modern namun lebih baik alat tradisional ini di utamakan kealamiannya. gamelan itu warisan dari para leluhur nenek moyang kita. lestarikanlah demi warisan anak cucu kita.
Karawitan itu terbagi tiga 3. yaitu 1.penghibur  2.penerang  3.penari atau seni tari.  untuk terjun kedunia musik budaya ini  kami bermimpi besar berangan agar kami bisa menjadi bagian dari karawitan itu.

Kami kabandungan online sangat setuju dengan apa yang pak oma utarakan. Oleh siapa lagi kita melestarikan budaya ini, selain kita sebagai penerus bangsa. Kami selalu menjaga kealamiannya serta merawat keberadaannya. Sesungguhnya itu adalah warisan yang harus kita wariskan juga agar bisa turun menurun mengenalkan ataupun memainkannya.

"pak oma boleh kah saya minta diajarin sedikitnya memainkan kecapi...."
ooo bolehh.. dengan senang hati ...''
." horee........" haturr nuhun pak......





Red ; Dadi Rismayadi

Sunday, November 15, 2015

Profil Kabupaten Sumedang


Wilayah Kabupaten Sumedang tersebar dalam 26 Kecamatan. Kabupaten Sumedang merupakan daerah berbukit dan gunung dengan ketinggian tempat antara 25 m – 1.667 m diatas permukaan laut. Sebagian besar wilayah Sumedang adalah pegunungan, kecuali di sebagian kecil wilayah Utara berupa dataran rendah. Gunung Tampomas (1.667 m), berada di Utara Perkotaan Sumedang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Kelompok Ketinggian dari Permukaan Laut Menurut Kecamatan di Kabupaten Sumedang Tahun 2009
No.
Kecamatan
Ketinggian dari Permukaan Laut (m)
25 – 50
51 – 75
76 – 100
101 – 500
501 – 1000
> 1000
1
Jatinangor




2.874,00

2
Cimanggung




1.969,00
1.854,73
3
Tanjungsari




5.168,77
7.059,27
4
Sukasari
NR
NR
NR
NR
NR
NR
5
Pamulihan
NR
NR
NR
NR
NR
NR
6
Rancakalong




6.629,85
1.065,53
7
Sumedang Selatan



1.326,62
6.989,98
3.290,45
8
Sumedang Utara



2.374,66
2.037,11

9
Ganeas
NR
NR
NR
NR
NR
NR
10
Situraja



7.226,38
1.779,46
24,37
11
Cisitu






12
Darmaraja



4.980,25
2.347,20
479,12
13
Cibugel



896,34
3.008,26
1.087,29
14
Wado



5.924,05
4.245,31
1.517,55
15
Jatinunggal
NR
NR
NR
NR
NR
NR
16
Jatigede



11.666,04


17
Tomo
2.256,71
2.099,34
1.325,40
1.889,28


18
Ujungjaya
3.601,34
2.489,30
1.417,88
498,33


19
Conggeang

209,48
855,31
8.225,47
1.147,68
95,47
20
Paseh



2.036,81
692,19

21
Cimalaka



1.913,36
4.377,47
432,81
22
Cisarua
NR
NR
NR
NR
NR
NR
23
Tanjungkerta



5.573,59
4.056,55

24
Tanjungmedar
NR
NR
NR
NR
NR
NR
25
Buahdua

875,42
3.696,23
12.033,57
1.141,38
558,19
26
Surian






Jumlah
5.858,05
5.673,54
7.294,82
66.564,55
49.364,21
17.464,78
Sumber                : Kab. Sumedang dalam Angka Tahun 2010
Keterangan        : NR = Data tidak tersedia
                Kondisi topografi wilayah Kabupaten Sumedang sangat variatif , mulai dari permukaan datar sampai bergunung, dengan ketinggian terletak antara 20 sampai 1000 di atas permukaan laut. Berdasarkan rata-rata 43,73 persen wilayah Kabupaten Sumedang terletak pada kisaran ketinggian 501 – 1000 m dpl. Gunung Tampomas (1.684 m) berada di utara Sumedang. Secara umum klasifikasi kelas ketinggian wilayah Kabupaten Sumedang dapat dibagi atas :
20 – 100 meter dpl, meliputi :
Sebagian besar wilayah Kecamatan Tomo serta Kecamatan Ujungjaya serta sebagian kecil bagian utara Kecamatan Buahdua dan Kecamatan Surian.
101 – 500 meter dpl, meliputi :
Sebagian besar Kecamatan Surian, Buahdua, Conggeang, Paseh, Tanjungkerta, Situraja, Cisitu, Jatigede dan Kecamatan Jatinunggal, serta sebagian kecil wilayah Kecamatan Wado, Darmaraja, Sumedang Utara, Sumedang Selatan dan Kecamatan Tanjungmedar.
501 – 1000 meter dpl, meliputi :
Sebagian besar wilayah Kecamatan Cimalaka, Cisarua, Sumedang Utara, Sumedang Selatan, Tanjungmedar, Rancakalong, Pamulihan, Tanjungsari, Jatinunggal, Cimanggung, Paseh dan Cibugel, serta sebagian kecil wilayah Kecamatan Tanjungkerta, Buahdua, Conggeang dan Kecamatan Wado.
Lebih dari 1000 meter dpl, meliputi :
Sebagian besar wilayah Kecamatan Sukasari, Cimanggung dan Cibugel, serta sebagian kecil wilayah Kecamatan Rancakalong, Pamulihan, Sumedang Selatan, Situraja, Darmaraja, Wado, Paseh, Conggeang, Buahdua dan Cimalaka yang merupakan puncak Gunung Tampomas.
Sedangkan untuk kemiringan lereng dinyatakan dalam derajat atau persen.Kemiringan lereng merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi besarnya erosi.  Selain memperbesar jumlah aliran permukaan, makin curamnya lereng juga memperbesar kecepatan aliran permukaan yang selanjutnya memperbesar energi angkut air.  Jika lereng permukaan tanah menjadi dua kali lebih curam  maka banyaknya erosi persatuan luas akan menjadi 2.0 – 2.5 kali lebih banyak.
Berdasarkan Gambar 2.4. diketahui kelas kemiringan lereng yang terjadi di Kabupaten Sumedang terdiri dari klas 1(satu) hingga klas 6 (enam).  Klas kemiringan lereng yang dominan di Kabupaten Sumedang adalah klas 4, sedangkan  klas 1, 2 dan 3 nampak seimbang, kemudian kemiringan yang paling sedikit adalah klas kemiringan  6 (enam).  Semakin tinggi klas kemiringan lereng maka akan semakin besar pula  kemungkinan terjadinya erosi yang akan mempengaruhi tingkat sedimentasi.
0 – 8%, merupakan daerah datar hingga berombak dengan luas area sekitar 8,24%. Kemiringan wilayah dengan tipe ini dominan di bagian timur laut Kabupaten Sumedang yaitu pada Kecamatan Ujungjaya, Tomo dan sebagian dari Kecamatan Conggeang, Kecamatan Surian pada bagian utaranya.
8 – 15%, merupakan daerah berombak sampai bergelombang dengan area sekitar 8,37%. Wilayah Kabupaten Sumedang yang dominan dengan kemiringan tipe ini terletak di bagian tengah dan utara, bagian barat laut serta bagian barat daya yaitu pada bagian selatan Kecamatan Surian dan Kecamatan Conggeang.
15 – 25%, merupakan daerah bergelombang sampai berbukit dengan komposisi area mencakup 46,38%. Kemiringan lereng tipe ini paling dominan di Wilayah Kabupaten Sumedang, persebarannya berada di bagian tengah sampai ke tenggara, bagian selatan sampai barat daya dan bagian barat yaitu pada Kecamatan Tanjungmedar, Tanjungkerta, Buahdua, Paseh, Cimalaka, Cisarua, Cisitu, Situraja, Sumedang Utara, Jatinunggal dan Kecamatan Jatigede.
25 – 45%, merupakan daerah berbukit sampai bergunung dengan luas area sekitar 21,58%. Kemiringan lereng tipe ini dominan di wilayah Kabupaten Sumedang bagian tengah, bagian selatan dan bagian timur yaitu Kecamatan Cimanggung, Jatinangor, Pamulihan, Ganeas, Cibugel, Sumedang Selatan, dan pada bagian selatan Kecamatan Wado.
45-60%, merupakan daerah bergunung dengan luas area sekitar 18% yang dominan di wilayah Kabupaten Sumedang bagian selatan, bagian timur serta bagian barat yaitu pada Kecamatan Sukasari, Cimanggung dan Kecamatan Wado.
>60%, merupakan daerah terjal dan mempunyai area di sekitar pegunungan yang berada di sekitar Kabupaten Sumedang seluas 1,43%. Kemiringan ini berada pada Kecamatan Surian, Cimanggung, Cibugel dan Kecamatan Wado.
Sumber : BAPPEDA KAB SUMEDANG,            

red  TIOW ENJOY'D

SPIRITUAL akan membangkitkan cita-cita mewujud


Spiritual adalah cinta pertama gue. Sebelum mengenalnya, seperti kebanyakan anak kecil suka membuat deretan cita-cita Spiritual masuk di dalam deretan cita-citaku. Dulu, Aku masih belum mengenal kata Spiritual, yang aku  tahu adalah menjadi dukun atau menjadi pengobat atau menjadi tabib.   Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata cita-citaku itu bagian di dalam bidang spiritual dan aku semakin jatuh cinta padanya. Lebaynya kayak gini, Aku. jatuh cinta padanya bahkan sebelum aku mengenalnya. Asyik  kan ? Hehehehe



Aku semakin jatuh cinta pada Spiritual  semenjak Allah mempertemukan aku dengan banyak kesempatan untuk berkecimpung di dalamnya, meski belum terlalu dalam. Saat SMA dan pesantren, Aku mulai sangat menikmati dunia kespiritualan yang diburu-buru, didatangi oleh banyak orang, dan di bawah tekanan untuk segera memulai memotivasi banyak orang. Intinya sama, Aku menikmati bekerja di bawah tekanan. You know why? Karena engga tau kenapa, para ide menawan itu selalu datang mepet, Pada spiritual, semakin Aku mengenalnya, semakin jatuh hati padanya. Ibarat cinta pertama. The first time you are wondering "is this love? whatever! I love you." and all you wanna do is being around your first love for it's the first time you know that you're falling in love.

However, life. It goes on. And, God. You can't predict what God have for you. Sama seperti manusia pada umumnya, semakin bertambah usia, Aku bertemu dengan banyak hal baru, orang-orang baru, juga pengalaman-pengalaman baru. In this case, imagine that you just break up with your first love, but because that's the first love, who can win to forget it ? Lalu, Aku mulai mengenal bidang lain yang ternyata tidak kalah menarik dengan spiritual yg sesungguhnya, meskipun Spiritual masih terbayang dan jejaknya berbekas di benak Aku. Asyikkk. Bidang itu adalah pendidikan keagamaan.



Untuk bidang yang satu ini, Aku engga pernah memasukkannya di deretan cita-cita ababilku. Tapi, kalau kalian  tau istilah "cinta karena terbiasa", I think that's what's happening between education and I. Secara Aku terjerembab di Pesantren / Pendidikan ke agamaan , dimana Aku  lebih menyukai pelajaran sastra Islam dan kitab kitab kuning seperti sapinah, jurmiyyah,bidayatul hidayah,  Aku mulai sedikit demi sedikit mengenal dunia pendidikan ke Agamaan . Segala teori pendidikan yang sebagian besar Aku lupa (tanpa sengaja), Aku  lahap di bangku Pesantren. Sebagian tercerna dengan baik, sebagian lagi tersendat, karena saat itu Aku memang kurang minat berkutat di dalamnya. Namun, apa yang sudah dimulai harus diselesaikan, bukan ? It's like you find a cute foe and unexpectedly fall in love with him. Aku pun mulai menyukainya.

Perjalanan cintaku pada pendidikan tidak berhenti pada "pencekokan" materi-materi keagamaan, tapi terlebih pada sebuah fakta yang terdengar seperti jerit tangis di telingaku. Fakta dimana pendidikan Agama di Indonesia ini masih memprihatinkan. Aku engga menyoroti bagian dalamnya Pendidikan, bahkan bagian permukaan pendidikan Indonesia masih memprihatinkan. Kualitas dan fasilitas pendidikan Agama yang belum merata di berbagai pelosok Indonesia, kemiskinan yang berdampak pada banyak anak terpaksa tidak bisa sekolah bahkan beberapa jika ditanya lebih memilih "bekerja" ketimbang sekolah, belum lagi kemerosotan moral anak-anak sekolah di beberapa tempat, dan lain-lain. That's knocking my heart, that's calling me. Lalu, melihat semua itu, apa Aku harus pura-pura gak lihat? mendengar semua itu, apa Aku harus pura-pura engga denger? I found that education is my vision, my true love. Does it sound bullsh*t? Everyone may judge, but I don't care, I love it, my true love. Are you wondering what I have done for it? Well, I say, not yet, hmm... or in processing.

Aku yang saat itu seperti bayi yang baru terlahir di dunia bekerja pun masih bingung menentukan langkah. Dan, dengan berani (ukuran aku), memilih bekerja di dunia pendidikan keagamaan bermodal cita-cita di Pesantren untuk memberi sumbangsih pada dunia pendidikan Indonesia, tapi entah apa rencana Allah, it isn't that easy to be a teacher and I think I wanna give up. Meskipun demikian, setiap kesempatan yang Aku temui Aku yakini bukanlah kebetulan, paling tidak menjadi pembelajaran.



Sempat Aku berpikir mimpiku di dunia pendidikan terlalu tinggi hingga Aku menyederhanakannya dengan mendidik setiap anak yang Allah percayakan padaku dengan baik dan mengenalkan mereka pada Allah sejak dini. Dan, ternyata itu pun tidak sesederhana kelihatannya. Namun, I keep setting it 5 cm afar from my forehead, so I keep trying my best with God's help to do it. Sampai sekarang, Aku masih berharap dan berdoa bisa menuntaskan, apabila terlalu mustahil, ikut ambil bagian untuk mendidik anak-anak yang belum bersekolah karena tidak ada pilihan. maka dgn itu walau aku memberanikan diri membuka pendidikan dgn ala pesantrenan yg kapasitas tempat belajarnya sedikit tetep aku akan berjuang terus mejadi sosok spiritual yg bisa membantu orang banyak walau harus berawal pd penanaman anak anak yg masih kecil,....maka terbentuklah pesantren KABANDUNGAN, buah hasil dari SPIRITUALku,......

penulis TIOW ENJOY'D

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes