Monday, September 26, 2016

PENGUNGSI BERTAHAN DI GOR TADJIMALELA,BERBAGAI BANTUAN TERUS BERDATANGAN





Saat ini diperkirakan lebih dari 1000 jiwa pengungsi korban longsor Ciherang bertahan di GOR Tadjimalela Sumedang.para pengungsi terdiri dari berbagai kalangan,dari balita,anak-anak dan orang dewasa.setiap malam mereka tidur beralaskan tikar dan karpet.

Sebagian besar dari para pengungsi mengaku ,hingga saat ini masih merasakan trauma yang cukup mendalam atas apa yang telah terjadi.mereka kebanyakan enggan untuk kembali lagi ke tempat semula.mereka mengkhawatirkan jika kembali lagi ke tempat asal takut jika longsor terjadi kembali.mereka pun mendesak pemerintah untuk mencarikan solusinya untuk relokasi.

Berbagai bantuan ,baik berupa makanan, minuman, pakaian,selimut,uang dan sebagainya, hingga berita ini diturunkan oleh tim Kabandungan Online (26/9) terus berdatangan.setiap bantuan langsung dikelola oleh dapur umum yang telah disediakan di areal GOR.berdasarkan hasil pantauan Tim di lapangan,kondisi mereka cukup mengkhawatirkan.banyak diantara pengungsi adalah masih balita dan anak sekolah.proses kegiatan belajar mengajar mereka ikut terganggu.bantuan-bantuan ini datang dari berbagai elemen masyarakat,ada yang berbentuk perseorangan, golongan dan hingga berbagai perusahaan.banyak pula yang datang dari luar daerah Sumedang yang sengaja datang ke tempat pengungsian sekedar untuk memberikan bantuan.

Salah seorang petugas dari DISHUB Sumedang di lokasi, ketika dikonfirmasi di lapangan Rulli Ruchdiana menuturkan,"bantuan terus berdatangan tanpa henti,tak hanya dari dalam daerah Sumedang saja ,namun banyak juga dari luar daerah.dari pemerintah pusat dan provinsi Jawa Barat pun datang melihat lokasi longsor dan situasi para pengungsi.kemarin saja TIM PERSIB Bandung beserta rombongan datang melihat pengungsi dan memberikan dana bantuan"

GOR Tadjimalela saat ini sudah penuh oleh pengungsi,maka dari itu sebagian pengungsi yang terus berdatangan di alihkan ke MAKODIM 0610 Sumedang dan Gedung DPD GOLKAR.para petugas di lapangan terus melakukan mobilisasi untuk proses evakuasi korban bencana longsor Ciherang ini.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi kondisi ratusan pengungsi korban bencana longsor di GOR Tadjimalela, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Menteri Sosial juga menyampaikan bela sungkawa dan menyerahkan bantuan uang tunai kepada ahli waris korban meninggal dunia senilai masing-masing Rp 15 juta.

Para pengungsi sudah mendapatkan perlengkapan mandi dan logistik makanan, namun masih kekurangan pakaian dalam dan pakaian anak-anak. Tampak di lokasi pengungsian, ratusan anak diminta menggambar dan mewarnai untuk mengurangi trauma.

Menteri Sosial Khofifah mengatakan, pemerintah akan mencarikan format relokasi bagi korban bencana. Kurang lebih ada seratus kepala keluarga yang permukimannya rawan dan rentan terhadap kemungkinan bencana longsor. Khofifah dalam kunjungannya sempat menanyakan kepada para pengungsi yang rumahnya rusak parah terkena dampak longsor. Rata-rata mereka memilih pindah ke tempat yang lebih aman.

"Kalau mereka memang sudah melihat kerawanan dan kerentanan di tempat yang mereka huni sekarang dan ingin pindah di tempat aman, maka proses relokasi menjadi opsi strategis," kata Khofifah.

Untuk mekanisme relokasi, nantinya pemerintah pusat akan menyerahkan lahan kepada pemerintah kabupaten untuk didirikan hunian baru. Proses pengadaan rumah akan dicarikan lewat dana APBD Provinsi Jawa Barat provensi. Khofifah menyatakan sudah berkomunikasi dengan Kementerian PU-PR untuk menyiapkan lahan. Mekanisme yang sama juga berlaku di Kabupaten Garut, yang terkena bencana banjir bandang.

Mensos juga memastikan tercukupinya kebutuhan logistik dapur umum bagi para pengungsi, adanya trauma healing, serta trauma konseling bagi anak-anak korban bencana. "Inilah penguatan dari tagana psikososial yang baru kita luncurkan Sabtu (17/9) di Balikpapan. Ada 320-an tagana yang punya skill khusus," imbuh Khofifah.

Selain itu, Kemensos menyampaikan sangtunan kematian bagi warga yang meninggal dan sudah teridentifikasi ahli warisnya. Korban meninggal akibat bencana longsor di Kab Sumedang pada Selasa (20/9) sebanyak empat orang. Tiga orang berasal dari Desa Ciherang, sedangkan satu korban dari Desa Citengah. Kerusakan material yang dikategorikan rusak parah sebanyak 38 rumah di Desa Ciherang, Sumedang Selatan.

Ratusan warga mengungsi di tempat pengungsian di GOR Tajimalela pasca bencana longsor di Desa Ciherang, Sumedang Selatan. Longsor yang sempat menimbun beberapa titik jalur Cadas Pangeran Sumedang ini masih mengancam ratusan rumah warga di Desa Ciherang. Akibat bencana tersebut, para pengungsi mengaku trauma kembali ke rumah.


Red : Topan Purnama

Wednesday, September 21, 2016

HUJAN DERAS DAN ANGIN KENCANG PEMICU LONGSOR DI SUMEDANG, 3 TEWAS DAN 1 HILANG



Sumedang, Kabandungan Online
Sebanyak tiga orang meninggal dunia dan satu orang belum ditemukan, akibat bencana longsor yang terjadi di jalur utama Cadas Pangeran, Sumedang, Jawa Barat pada Rabu dini hari (21/9). Longsor itu juga membuat jalur lalu lintas dari Sumedang menuju Bandung mengalami kelumpuhan.longsor ditengarai karena hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumedang sejak Selasa kemarin (20/9).


"Kendaraan kita alihkan ke Cipali menuju Majalengka ke Kertajati, karena di sini lumpuh total, karena material longsor menutupi jalan," ujar Kapolres Sumedang AKBP Agus Iman, Rabu (21/9). Agus mengungkapkan, saat ini pihaknya masih terus berupaya untuk menanggulangi bencana longsor tersebut, namun situasi dan kondisi saat ini menjadi kendala di lapangan.

Longsor terjadi di empat titik Cadas Pangeran hingga Ciherang. Titik longsor tersebar di wilayah Anjung Tirta, Cimareme, Ciherang, Pasirucing, yang berada di desa Samoja Kecamatan Sumedang Selatan.

Beberapa rumah roboh di sekitar lokasi longsor akibat tergerus tanah yang menutupi jalan. Namun tak ada rumah yang terbawa longsor ke jalanan.Dari laporan sementara sampai saat ini ada sekitar 12 rumah yang terkena bencana longsor dan mengalami kerusakan," ujar Agus.

Wilayah Cimareme, Sumedang Selatan, menjadi lokasi yang paling parah terkena longsor. Agus mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mengevakuasi tiga orang yang rumahnya roboh dan tertimbun akibat longsoran. "Korban yang baru terevakuasi di rumah sakit sudah tiga orang meninggal, tapi identitasnya belum diketahui," kata dia.

Selain tiga korban jiwa, polisi juga masih mencari satu orang anak yang dikabarkan belum ditemukan. "Kita sebar anggota ke beberapa lokasi bencana untuk melakukan proses evakuasi," tutur Agus. Kabupaten Sumedang diterjang longsor dan banjir Selasa (20/9/2016) malam. Sedikitnya delapan titik tebing longsor menimbun Jalan Raya Bandung-Cirebon, tepatnya di sekitar kawasan Cadaspangeran, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh total karena jalan tertimbun material longsor dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Selain menimbun jalan, longsor menimbun rumah milik Yayat (40), di Lingkungan Cimareme RT 05/11, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Sumedang Selatan.

"Yang tertimbun ada tiga orang, Ibu Desi dan dua anaknya, Iklima (17) dan Kentaro (1). Ibu Desi dan Iklima sudah dievakuasi petugas dalam keadaan meninggal," ujar Ketua RT setempat, Eutik Rohaeni (56), di ruang jenazah RSUD Sumedang.Longsor juga menerjang rumah Nana Hermawan (56), di Desa Baginda, Sumedang Selatan."Pak Nana meninggal tertimbun longsor di rumahnya," ujar Yudi (40), salah seorang tetangga korban.

Kepala BPBD Sumedang Ayi Rusmana mengatakan, pihaknya masih di lapangan dan mengecek kepastian titik longsor, banjir di wilayah Sumedang Selatan. "Kami belum bisa memastikan berapa total daerah yang longsor dan banjir. Informasi sementara ada 4 korban meninggal akibat longsor yang terjadi di dua titik di wilayah Sumedang Selatan," sebutnya.


Red : Topan Purnama

Monday, September 12, 2016

DIDUGA DEPRESI MENTAL , SEORANG PRIA TEWAS MENGENASKAN GANTUNG DIRI



Sumedang, Kabandungan Online
Tepatnya Hari minggu tanggal 11 September 2016 pada pukul 09.00 WIB Betempat di Rumah  Asep Aceng Sutisna,Dusun Lencang Rt 07 Rw 02 Desa Cibubuan Kecamatan Conggeang Telah di Ketemukan sesosok mayat dalam keadaan mengenaskan.korban tewas tersebut didapati dalam keadaan menggantungkan dirinya ke kaso rumah dengan menggunakan tali.

Belakangan korban diketahui bernama Dedi Wahyu, 25 tahun.korban gantung diri merupakan warga dusun Lencang Rt 02 Rw 01 Desa Cibubuan Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang.sementara penyebab kematian korban belum diketahui secara pasti.karena banyak argumen yang beredar di masyarakat sekitar, tentang penyebab kematiannya.ada yang menyebutkan bahwa penyebab kematiannya karena masalah rumah tangganya,ada pula yang menyebutkan karena masalah kendaraan roda dua yang dipinjam seseorang namun kendaraanya tidak kembali lagi ke tangan korban.

Hingga berita ini diturunkan ,kasus kematian karena gantung diri ini masih ditangani oleh Polsek Conggeang dan Tim Forensik Polres Sumedang."hal ini dilakukan untuk mengetahui latar belakang penyebab kematianya.apakah kematian korban adalah murni gantung diri ataukah ada indikasi tindak kekerasan terlebih dahulu.nanti kita akan mengetahuinya dari hasil visum,mudah-mudahan secepatnya hasil visum dapat diinformasikan,kita tunggu saja." demikian dituturkan salah seorang petugas Polsek Conggeang kepada Kabandungan Online disela-sela kesibukannya.

Penemuan mayat ini bermula pada saat Pak Asep Aceng (Pemilik rumah) hendak memetik jambu air di belakang rumah.ketika itu tercium bau busuk yang sangat menyengat dan banyak lalat .bau busuk tersebut berasal dari ruangan yang di jadikan gudang. setelah pintu ruangan di buka Paksa ,begitu terkejutnya Pak Asep menemukan sesosok mayat jenis kelamin Laki-laki tergantung sudah hampir membusuk.dari keterangan petugas Polisi, di perkirakan kejadian gantung diri sudah 6-7 hari kebelakang.


Red : Topan Purnama

Tuesday, September 6, 2016

Sebanyak 5.435 penari umbul warga paseh sumedang sukses memecahkan original rekor Indonesia

Sebanyak 5.435 penari umbul sukses memecahkan original rekor Indonesia tari umbul massal yang digelar di lapang sepakbola Madukara kecamatan paseh pagi ini Rabu,31 Agustus 2016. Peserta dari berbagai kalangan dengan mengenakan pakaian tradisional tersebut, telah memenuhi lapangan tersebut. Selain tari umbul juga dipecahkan rekor murak timbel tutug oncom pasireungit dan penggunaan samping kebaya pun turut terpecahkan. Camat Paseh, H Nandang menyebutkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari memperingati hari kemerdekaan RI. Kegiatan pemecahan rekor ORI tari umbul juga didukung paguyuban Pasundan Cabang Sumedang. “Saya juga tak menyangka peserta melebihi dari target,” ujarnya. Bupati Sumedang, H Eka Setiawan, memberikan apresiasi luar biasa atas partisifasi warga Paseh, ia bahkan menyebut tak hanya pemecahan original rekor indonesia, tapi juga dunia.

Camat Paseh, H Nandang S, mengaku optimis dengan telah dibukukannya kembali tari umbul dalam Original Rekor Indonesia (ORI), tari tersebut bisa jadi icon bagi Kabupaten Sumedang, selain tahu. “Tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti tari umbul itu bisa jadi ikonnya Sumedang,” kata Nandang saat diwawancara wartawan usai acara, siang ini. Meski demikian, lanjut dia, hal itu tergantung dari political will dari para pejabat yang akan memajukan tari umbul. “Saya yakin kalau ada political will dari pejabat. Saya yakin bisa, dengan sungguh sunguh fokus terhadap tari umbul bisa menasional bahkan bisa mendunia. Seperti tari Korea, Gangnam style,” ungkapnya. Bahkan lanjut dia, sebagai tindak lanjut dari kegiatan pencatatan rekor ORI itu, pihaknya akan mencoba melakukan ‘ngamen’ ke berbagai daerah. “Kami ingin mencoba suatu saat nanti, ke depan ingin mencoba ngamen ke Unpad di sana ada pasar kaget. Kami juga akan ngamen ke jalan Dago yang ada di Bandung, car free day dan nanti kita ingin ngamen di bundaran HI,” ujarnya. Seperti diketahui Kecamatan Paseh mampu membukukan tari umbul dalam catatan ORI, dengan jumlah peserta 5.435 orang. Selain tari umbul tercatat juga makan timbel tutug oncom Pasireungit terbanyak dan berpakain busana samping kebaya.

kunjungi link vidionya agar bisa di tonton click untuk tonton
https://www.youtube.com/watch?v=YGs0iGbjciM

red; Topan purnama

Tuesday, August 16, 2016

JALAN ALTERNATIF CONGGEANG-UJUNGJAYA , 7 KM RUSAK PARAH



Sumedang, Kabandungan Online

Jalan Conggeang menuju Ujungjaya,saat ini kondisinya cukup memprihatinkan.jalan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah sepanjang kurang lebih 7 Kilo Meter.sementara status jalan tersebut adalah sebagai salah satu akses jalan alternatif,yang dapat menghubungkan Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Majalengka.apalagi saat ini di wilayah Kabupaten Majalengka sedang dibangun Bandara Internasional.maka secara tidak langsung akses jalan Conggeamg Ujungjaya ini nantinya akan sangat penting keberadaanya,sebagai akses masuk Bandara.karena jika dibandingkan dengan lewat Cijelag,maka dengan menggunakan jalan ini akan lebih cepat.

Dalam hal perbaikan,pihak terkait sudah melaksanakan perbaikan di ruas jalan tersebut,namun sayangnyaperbaikan ini tidaklah menyentuh seluruh ruas jalan ini.hingga tersisa sekira 7KM yang kondisinya tidak tersentuh perbaikan,dan kondisinya pun sudah rusak parah.lobang besar dan dalam terdapat hampir disepanjang jalan yang rusak itu.bagian aspal pun sudah jarang ditemui yang masih menempel.lokasi jalan yang rusak parah ini mulai dari blok Erpah hingga ke blok Cipelang.sementara dari mulai blok Cipelang hingga ke Gordah-Ujungjaya ,kondisi jalan sudah bagus dengan sistem drap beton.

Warga masyarakat conggeang banyak yang mengeluhkan tentang kondisi jalan yang rusak parah ini.kebanyakan mereka mengeluhkan ,kenapa perbaikan ruas jalan Conggeang-Ujungjaya tidak seluruhnya diperbaiki, melainkan menyisakan sekira 7KM.hal ini sangat disesalkan oleh kebanyakan masyarakat Conggeang.pasalnya, jalan yang dekat dengan jalur tol Cisumdawu tersebut ,merupakan salah satu penyangga perekonomian masyarakat sekitar.senada dengan hal tersebut diatas,salah seorang tokoh masyarakat Conggeang ,M. Yahya Sabaruddin mengatakan " kami selaku masyarakat Conggeang khususnya,mempertanyakan kenapa ruas jalan Conggeang-Ujung jaya sangat kurang tersentuh oleh pemeliharaan jalan.adapun upaya perbaikan ,mengapa harus menyisakan jalan yang rusak parah sekira 7 KM.apakah anggaran nya tidak mencukupi jika dilakukan perbaikan seluruhnya ataukah bagaimana?terus terang kami sangat kecewa dengan hal ini.karena bagi kami jalan tersebut adalah salah satu akses untuk menunjang perekonomian masyarakat sekitar."

Pertanyaan-pertanyaan tersebut,ternyata telah diteruskan ke lembaga legislatif Sumedang.dengan cepat pihak dari Legislatif khususnya DPRD Kabupaten Sumedang langsung menyerap aspirasi masyarakat,dan memberikan tanggapan terhadap permasalahan tersebut. " kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya terhadap warga masyarakat atas keluhan yang terjadi.pemerintah terkait dalam hal ini belum tuntas secara keseluruhan dapat memperbaiki ruas jalan tersebut.artinya masih ada sisa pekerjaan dari pemerintah pada ruas jalan tersebut.secara teknis,untuk perbaikan ruas jalan yang tersisa sekira 7KM tersebut,membutuhkan dana sekurangnya 6 hingga 7 Milyar Rupiah.karena untuk lokasi pada ruas jalan yang belum diperbaiki harus menggunakan sistem cor atau sistem beton.melihat situasi dan kondisi tanah pada lokasi tersebut memanglah sedikit labil.jadi untuk perbaikannya harus menggunakan sistem beton,agar setidaknya dapat bertahan lama.jika dana sebesar itu hanya mengandalkan dari APBD Kabupaten saja,kami rasa tidak akan cukup.ada satu solusi,yaitu meminta bantuan kepada APBD Provinsi ataupun ke APBN."

" Kami hingga saat ini terus melakukan komunikasi dan koordinasi kepada pihak DPRD Provinsi Jawa Barat,agar dapat menganggarkan bantuan dari APBD ataupun APBN terhadap penuntasan perbaikan ruas jalan Conggeang-Ujungjaya itu.hal serupa sebetulnya sudah dilakukan oleh (Alm) H.Endang Sukandar,sewaktu beliau menjabat Bupati.beliau melakukan kordinasi langsung ke Gubernur Jawa Barat pada tahun 2014 lalu.namun sayang beliau lebih cepat meninggalkan kita semua,dipanggil Yang Maha Kuasa.kami dari pemerintah Kabupaten Sumedang bukannya tidak mengalokasikan dana pada APBD 2016 untuk kegiatan tersebut,namun ya itu tadi masih jauh kekuranganyya.karena hanya kuat pada level 1 Milyar Rupiah.belum lagi terkena rasionalisasi,karena APBD kita harus menyisakan buat Dana Alokasi Desa yang cukup besar." demikian diungkapkan oleh anggota DPRD Sumedang , Ibu Ai Rosmawati dan Bapak Asep Sumaryana pada sela-sela kesibukannya.

Warga masyarakat sekitar sangat berharap agar perbaikan ruas jalan yang rusak parah tersebut segera terealisasikan,supaya tingkat perekonomian masyarakat dapat lebih meningkat lagi.karena kita ketahui bersama bahwa sarana akses jalan sangat menunjang sekali dalam peningkatan perekonomian masyarakat.apalagi ruas jalan tersebut adalah sangat penting keberadaanya sebagai salah satu jalur alternatif.



Ren: Topan Purnama

SUMEDANG GELAR FESTIVAL KUDA RENGGONG SE-JAWA BARAT TAHUN 2016



Sumedang,Kabandungan Online
Inilah bentuk kesenian tradisional khas Sunda yang merupakan paduan seni musik, igel (tari), dan hewan peliharaan. Dengan kuda yang dilatih oleh ahlinya, kesenian Kuda Renggong sudah menjadi bagian dari masyarakat Sunda. Di Tatar Jawa Barat, Kuda Renggong bisa kita lihat saat acara hajatan budak sunat. Anak yang disunat biasanya diarah dengan menggunakan kuda yang dihias dan sang kuda berjalan sambil menari mengikuti irama musik di belakangnya.

Kesenian khas Sunda ini sejatinya menyimpan potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu atraksi hiburan bagi wisatawan. Dan itulah yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumedang dengan mengadakan Festival Seni Kuda Renggong Se-Jawa Barat 2016. Kegiatan ini diselenggarakan di Lapangan Pacuan Kuda Sindangraja (Dano), Sumedang utara, Kabupaten Sumedang pada Minggu 14 Agustus 2016.

Festival Seni Kuda Renggong se-Jawa Barat 2016 diselenggarakan oleh Paguyuban Kuda Renggong Kabupaten Sumedang (Paskures) serta Pordasi Jabar. Penyelenggaraan kesenian Kuda Renggong sebagai upaya pelestarian dan pemeliharaan kesenian tradisional kuda renggong.Sebanyak 25 grup Seni Kuda renggong dari 5 kabupaten/kota di Jawa Barat yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Subang, Majalengka, dan Sumedang mengikuti Festival Kuda Renggong tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2016. Acara yang dibuka langsung Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan.

Pembukaan diawali dengan penampilan Seni Tanji anak-anak dari SDN Cigintung yang diikuti oleh Helaran (defile) dari semua peserta festival. Prosesi pembukaan diisi oleh penampilan tari dari Sanggar Seni Karina Maung Lugay dengan diiringi oleh musik Tanji.

Sesuai dengan kategori penilaian festival, masing-masing grup terdiri atas 1 ekor Kuda Renggong Balaster, 1 ekor Kuda Renggong Sandel, 1 ekor Kuda Renggong Silat (Pencak), 1 kelompok musik tanji, dan 1 kelomok penari. “Piala, piagam dan uang pembinaanakan akan diberikan kepada Juara I, II, dan III di setiap kategori yang dilombakan,” tuturnya.

Jumlah peserta dari tiap kabupaten/kota berdasarkan hasil seleksi dari tiap kecamatan yang mempunyai grup Seni Kuda Renggong. “Peserta yang tidak membawa grup musik pengiring bisa menggunakan grup musik yang telah disediakan oleh panitia,” ujarnya Eka.

Dikatakan, juri festival sebanyak 3 orang yang terdiri atas unsur Disparpora Kabupaten Sumedang, STSI Bandung, dan seniman Kuda Renggong. “Kriteria penilaian untuk Kuda Renggong meliputi gerak tari, sistem pengendalian, dan harmonisasi. Untuk Kuda Pencak meliputi keterampilan atau taraksi kuda, sistem pengendalian, dan harmonisasi. Untuk grup musik pengiring meliputi keseragaman pakaian, harmonisasi, refleksi, dan kreativitas. Sedangkan untuk penari meliputi Wiraga, Wirahma, dan Wirasa,” terangnya.

Ketua Pordasi Jawa Barat Agus Welianto yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga dimaksudkan sebagai sosialiasi PON XIX Jabar yang akan digelar beberapa minggu lagi. “Kita mennargetkan 8 medali emas pada PON nanti melalui Cabor berkuda. Kuda-kuda yang digunakan oleh kontingen Jabar sebagian besar dari Sumedang,” tuturnya.

Ia juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang agar dapat meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di Pacuan Kuda Sumedang sebagai pusat pembinaan para atlet dan seniman kuda Sumedang.

Dengan digelarnya festival tersebut, ia mengharapkan agar hak cipta Seni Kuda Renggong dapat tetap dipertahankan dan tidak diklaim oleh bangsa lain. “Festival ini rutin diagendakan tiap tahun di Sumedang dengan harapan Seni Kuda Renggong tetap lestari dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri,” ucapnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Disparbud Jawa Barat Ny. Ida Hernida yang berpesan agar Seni Kuda Renggong tetap dipertahankan sebagai seni warisan leluhur bernilai tinggi. “Saya titip agar Seni Kuda Renggong ini jangan sampai direbut oleh negara lain,” katanya.

Untuk itu, ia berjanji akan terus mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut dari segi anggaran. “Saya akan sampaikan kepada Gubernur agar kegiatan ini terus berlangsung tiap tahunnya. Saya juga minta kepada Pak Agus Welianto yang duduk di DPRD agar turut mensupportnya,” ujarnya.

Bupati menyampaikan ucapan selamat dan penghargaannya kepada para peserta festival khususnya yang datang dari luar Sumedang. “Meskipun Kuda Renggong tumbuh dan berkembang di Sumedang, namun Alhamdulillah telah berkembang luas di beberapa daerah lainnya di Jawa Barat. Mudah-mudahan tahun depan ada kabupaten lain yang ikut bergabung lagi,” ucapnya.

Selain dengan tetap melakukan pembinaan dan perbaikan sarana dan prasarana yang ada, Bupati juga berpesan agar seluruh seniman dan penggiat Seni Kuda Renggong dapat terus menjaga kelestarian tersebut. “Saya menyampaikan terima kasih kepada tokoh, seniman, dan budayawan yang terus memberikan perhatiannya terhadap kesenian asli Sumedang ini. Semoga dapat terus mempertahankannya,” imbuhnya.

Sejak Mei 2015, kesenian tradisional Kuda Renggong ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional berasal dari Jawa Barat. Penetapan ini dikuatkan dengan pemberian sertifikat penetapan bernomor 1539908 dari perwakilan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada acara Festival Seni Kuda Renggong se-Kabupaten Sumedang.


SEJARAH KESENIAN KUDA RENGGONG

Nama Kuda Renggong tak dapat dilepaskan dari Sumedang. Dilansir dari http://uun-halimah.blogspot.co.id, kesenian Kuda Renggong atau yang dahulu biasa disebut kuda igel karena bisa ngigel (menari) ini konon tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Desa Cikurubuk, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang.

Sekitar tahun 1880-an, ada seorang anak laki-laki bernama Sipan yang mempunyai kebiasaan mengamati tingkah laku kuda-kuda miliknya yang bernama si Cengek dan si Dengkek. Dari pengamatannya itu, ia menyimpulkan bahwa kuda juga dapat dilatih untuk mengikuti gerakan-gerakan yang diinginkan oleh manusia.

Selanjutnya, ia pun mulai melatih si Cengek dan si Dengkek untuk melakukan gerakan-gerakan seperti: lari melintang (adean), gerak lari ke pinggir seperti ayam yang sedang birahi (beger), gerak langkah pendek namun cepat (torolong), melangkah cepat (derep atau jogrog), gerakan kaki seperti setengah berlari (anjing minggat), dan gerak kaki depan cepat dan serempak (congklang) seperti gerakan yang biasa dilakukan oleh kuda pacu.

Cara yang digunakan untuk melatih kuda agar mau melakukan gerakan-gerakan tersebut adalah dengan memegang tali kendali kuda dan mencambuknya dari belakang agar mengikuti irama musik yang diperdengarkan. Latihan dilakukan selama tiga bulan berturut-turut hingga kuda menjadi terbiasa dan setiap mendengar musik pengiring ia akan menari dengan sendirinya.

Melihat keberhasilan Sipan dalam melatih kuda-kudanya ‘ngarenggong’ membuat Pangeran Aria Surya Atmadja yang waktu itu menjabat sebagai Bupati Sumedang menjadi tertarik dan memerintahkannya untuk melatih kuda-kudanya yang didatangkan langsung dari Pulau Sumbawa. Dan, dari melatih kuda-kuda milik Pangeran Aria Surya Atmadja inilah akhirnya Sipan dikenal sebagai pencipta kesenian kuda renggong.


Red : Topan Purnama

Wednesday, August 3, 2016

PERTANYAAN KONYOL YANG TAK BERARTI





Terlintas dalam benak penulis yang terkadang membuat senyum sendiri oleh kekonyolan fikiran sang penulis.kekonyolan itu ialah "Mengapa harus dollar Amerika yang menjadi mata uang dunia? Mengapa pula harus bahasa Inggris yang menjadi bahasa internasional? Selintas kedua pertanyaan diatas adalah pertanyaan konyol semata.pertanyaan yang kurang begitu tidak penting dan rupanya akan dipandang oleh sebelah mata, didengar oleh sebelah telinga.

Namun jika kita tela’ah lebih dalam tentang makna yang terkandung dari kedua pertanyaan diatas tentunya terselip hal ganjil.mengapa dikatakan ganjil? Jawabannya sangatlah mudah,yaitu karena dari isi pertanyaan pertama dan kedua adalah merupakan milik masing-masing negara.dimana dollar Amerika sudah sangat tampak bahwa pemilik mata uang tersebut adalah negara Adikuasa.selanjutnya pada pertanyaan kedua sudah tersirat pula bahwa bahasa Internasional itu adalah milik negara Inggris.

Dengan demikian perlu pengkajian seksama "mengapa acuan mata uang dunia itu US Dollar,mengapa pula bahasa Internasional itu bahasa Inggris". Lantas siapakah yang menentukan kedua hal diatas?karena setiap negara pastilah punya mata uang sendiri,juga punya bahasa negara sendiri.maka demikian timbul lagi pertanyaan konyol yang selanjutnya,yaitu :
1. Menagapa seluruh negara di dunia ini tidak menciptakan jenis bahasa baru yang belum ada disetiap negara untuk dijadikan bahasa dunia,agar terkesan netral?
2.mengapa pula seluruh negara di dunia menciptakan jenis mata uang baru, untuk dijadikan acuan mata uang dunia agar terkesan netral pula?

Secara unsur politisi tentunya pasti ada hal ikhwal yang terselip diantara semua pertanyaan diatas.namun selayakna kita selaku warga negara yang baik adalah mengikuti apa-apa yang telah menjadi suatu ketentuan yang mungkin merupakan kesepakatan seluruh negara-negara di dunia.

Pertanyaan konyol selanjutnya adalah "dengan adanya ketentuan mata uang dunia mengacu kepada US Dollar,segala sesuatu mengenai harga dunia sudah jelas mengacu terhadap nilai US Dollar,ketidakmerataan perekonomian dunia pasti terjadi dikarenakan kurs mata uang tiap-tiap negara terhadap US dollar ini tidahlah sama.yang terjadi secara fakta adalah harga US Dollar terhad mata uang tiap negara adalah "MAHAL" namun sebaliknya,nilai mata uang suatu negara terhadap US Dollar adalah "MURAH".

Tak ayal kita mendengar banyak negara yang terjadi kekrisisan dibidang ekonomi.dikarenakan nilai kurs mata uang ini tidak bersifat tetap dan permanen, melainkan selalu berubah-ubah menyesuaikan terhadap harga US Dollar di pasaran dunia.salah satunya adalah negara kita tercinta Indonesia.yang sudah beberapa tahun ini mengalami krisis moneter,krisis dibidang perekonomian.imbasnya dirasakan oleh seluruh warga negara.harga-harga menjadi melambung tinggi.karena harga rupiah terhadap Dolar melemah.


Disatu sisi negara Indonesia memiliki tujuan pembangunan dibidang perekonomian adalah mengentaskan kemiskinan menuju masyarakat sejahtera.disisi lain harga-harga kebutuhan sangatlah melambung tinggi.mau berhasil bagaimana jika hal seperti itu yang terjadi?perekonomian akan menjadi kuat jika didukung oleh harga-harga kebutuhan yang seimbang.bagi kebanyakan rakyat biasa hanya bisa mengikutinya saja.kemiskinan bukannya berkurang namun malah bertambah.pengangguran bukannya menjadi sedikit malah meningkat.


red; Topan Purnama

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes