This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Monday, September 26, 2016
PENGUNGSI BERTAHAN DI GOR TADJIMALELA,BERBAGAI BANTUAN TERUS BERDATANGAN
Saat ini diperkirakan lebih dari 1000 jiwa pengungsi korban longsor
Ciherang bertahan di GOR Tadjimalela Sumedang.para pengungsi terdiri dari
berbagai kalangan,dari balita,anak-anak dan orang dewasa.setiap malam mereka
tidur beralaskan tikar dan karpet.
Sebagian besar dari para pengungsi mengaku ,hingga saat ini masih merasakan
trauma yang cukup mendalam atas apa yang telah terjadi.mereka kebanyakan enggan
untuk kembali lagi ke tempat semula.mereka mengkhawatirkan jika kembali lagi ke
tempat asal takut jika longsor terjadi kembali.mereka pun mendesak pemerintah
untuk mencarikan solusinya untuk relokasi.
Berbagai bantuan ,baik berupa makanan, minuman, pakaian,selimut,uang dan
sebagainya, hingga berita ini diturunkan oleh tim Kabandungan Online (26/9)
terus berdatangan.setiap bantuan langsung dikelola oleh dapur umum yang telah
disediakan di areal GOR.berdasarkan hasil pantauan Tim di lapangan,kondisi
mereka cukup mengkhawatirkan.banyak diantara pengungsi adalah masih balita dan
anak sekolah.proses kegiatan belajar mengajar mereka ikut terganggu.bantuan-bantuan
ini datang dari berbagai elemen masyarakat,ada yang berbentuk perseorangan,
golongan dan hingga berbagai perusahaan.banyak pula yang datang dari luar
daerah Sumedang yang sengaja datang ke tempat pengungsian sekedar untuk memberikan
bantuan.
Salah seorang petugas dari DISHUB Sumedang di lokasi, ketika dikonfirmasi
di lapangan Rulli Ruchdiana menuturkan,"bantuan terus berdatangan tanpa
henti,tak hanya dari dalam daerah Sumedang saja ,namun banyak juga dari luar
daerah.dari pemerintah pusat dan provinsi Jawa Barat pun datang melihat lokasi
longsor dan situasi para pengungsi.kemarin saja TIM PERSIB Bandung beserta
rombongan datang melihat pengungsi dan memberikan dana bantuan"
GOR Tadjimalela saat ini sudah penuh oleh pengungsi,maka dari itu sebagian
pengungsi yang terus berdatangan di alihkan ke MAKODIM 0610 Sumedang dan Gedung
DPD GOLKAR.para petugas di lapangan terus melakukan mobilisasi untuk proses
evakuasi korban bencana longsor Ciherang ini.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi kondisi ratusan
pengungsi korban bencana longsor di GOR Tadjimalela, Kabupaten Sumedang, Jawa
Barat. Menteri Sosial juga menyampaikan bela sungkawa dan menyerahkan bantuan
uang tunai kepada ahli waris korban meninggal dunia senilai masing-masing Rp 15
juta.
Para pengungsi sudah mendapatkan perlengkapan mandi dan logistik makanan,
namun masih kekurangan pakaian dalam dan pakaian anak-anak. Tampak di lokasi
pengungsian, ratusan anak diminta menggambar dan mewarnai untuk mengurangi
trauma.
Menteri Sosial Khofifah mengatakan, pemerintah akan mencarikan format
relokasi bagi korban bencana. Kurang lebih ada seratus kepala keluarga yang
permukimannya rawan dan rentan terhadap kemungkinan bencana longsor. Khofifah
dalam kunjungannya sempat menanyakan kepada para pengungsi yang rumahnya rusak
parah terkena dampak longsor. Rata-rata mereka memilih pindah ke tempat yang
lebih aman.
"Kalau mereka memang sudah melihat kerawanan dan kerentanan di tempat
yang mereka huni sekarang dan ingin pindah di tempat aman, maka proses relokasi
menjadi opsi strategis," kata Khofifah.
Untuk mekanisme relokasi, nantinya pemerintah pusat akan menyerahkan lahan
kepada pemerintah kabupaten untuk didirikan hunian baru. Proses pengadaan rumah
akan dicarikan lewat dana APBD Provinsi Jawa Barat provensi. Khofifah
menyatakan sudah berkomunikasi dengan Kementerian PU-PR untuk menyiapkan lahan.
Mekanisme yang sama juga berlaku di Kabupaten Garut, yang terkena bencana
banjir bandang.
Mensos juga memastikan tercukupinya kebutuhan logistik dapur umum bagi para
pengungsi, adanya trauma healing, serta trauma konseling bagi anak-anak korban
bencana. "Inilah penguatan dari tagana psikososial yang baru kita
luncurkan Sabtu (17/9) di Balikpapan. Ada 320-an tagana yang punya skill
khusus," imbuh Khofifah.
Selain itu, Kemensos menyampaikan sangtunan kematian bagi warga yang
meninggal dan sudah teridentifikasi ahli warisnya. Korban meninggal akibat
bencana longsor di Kab Sumedang pada Selasa (20/9) sebanyak empat orang. Tiga
orang berasal dari Desa Ciherang, sedangkan satu korban dari Desa Citengah.
Kerusakan material yang dikategorikan rusak parah sebanyak 38 rumah di Desa
Ciherang, Sumedang Selatan.
Ratusan warga mengungsi di tempat pengungsian di GOR Tajimalela pasca
bencana longsor di Desa Ciherang, Sumedang Selatan. Longsor yang sempat
menimbun beberapa titik jalur Cadas Pangeran Sumedang ini masih mengancam
ratusan rumah warga di Desa Ciherang. Akibat bencana tersebut, para pengungsi
mengaku trauma kembali ke rumah.
Red : Topan Purnama
Wednesday, September 21, 2016
HUJAN DERAS DAN ANGIN KENCANG PEMICU LONGSOR DI SUMEDANG, 3 TEWAS DAN 1 HILANG
Sumedang, Kabandungan Online
Sebanyak tiga
orang meninggal dunia dan satu orang belum ditemukan, akibat bencana longsor
yang terjadi di jalur utama Cadas Pangeran, Sumedang, Jawa Barat pada Rabu dini
hari (21/9). Longsor itu juga membuat jalur lalu lintas dari Sumedang menuju
Bandung mengalami kelumpuhan.longsor ditengarai karena hujan deras yang
mengguyur wilayah Kabupaten Sumedang sejak Selasa kemarin (20/9).
"Kendaraan
kita alihkan ke Cipali menuju Majalengka ke Kertajati, karena di sini lumpuh
total, karena material longsor menutupi jalan," ujar Kapolres Sumedang
AKBP Agus Iman, Rabu (21/9). Agus mengungkapkan, saat ini pihaknya masih terus
berupaya untuk menanggulangi bencana longsor tersebut, namun situasi dan
kondisi saat ini menjadi kendala di lapangan.
Longsor terjadi
di empat titik Cadas Pangeran hingga Ciherang. Titik longsor tersebar di
wilayah Anjung Tirta, Cimareme, Ciherang, Pasirucing, yang berada di desa Samoja
Kecamatan Sumedang Selatan.
Beberapa rumah roboh
di sekitar lokasi longsor akibat tergerus tanah yang menutupi jalan. Namun tak
ada rumah yang terbawa longsor ke jalanan.Dari laporan sementara sampai saat
ini ada sekitar 12 rumah yang terkena bencana longsor dan mengalami
kerusakan," ujar Agus.
Wilayah Cimareme,
Sumedang Selatan, menjadi lokasi yang paling parah terkena longsor. Agus
mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mengevakuasi tiga orang yang rumahnya
roboh dan tertimbun akibat longsoran. "Korban yang baru terevakuasi di
rumah sakit sudah tiga orang meninggal, tapi identitasnya belum
diketahui," kata dia.
Selain tiga
korban jiwa, polisi juga masih mencari satu orang anak yang dikabarkan belum
ditemukan. "Kita sebar anggota ke beberapa lokasi bencana untuk melakukan
proses evakuasi," tutur Agus. Kabupaten Sumedang diterjang longsor
dan banjir Selasa (20/9/2016) malam. Sedikitnya delapan titik tebing longsor
menimbun Jalan Raya Bandung-Cirebon, tepatnya di sekitar kawasan Cadaspangeran,
Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.Akibatnya, arus lalu lintas
lumpuh total karena jalan tertimbun material longsor dan tidak dapat dilalui
kendaraan.
Selain menimbun
jalan, longsor menimbun rumah milik Yayat (40), di Lingkungan Cimareme RT
05/11, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Sumedang Selatan.
"Yang
tertimbun ada tiga orang, Ibu Desi dan dua anaknya, Iklima (17) dan Kentaro
(1). Ibu Desi dan Iklima sudah dievakuasi petugas dalam keadaan meninggal,"
ujar Ketua RT setempat, Eutik Rohaeni (56), di ruang jenazah RSUD Sumedang.Longsor
juga menerjang rumah Nana Hermawan (56), di Desa Baginda, Sumedang Selatan."Pak
Nana meninggal tertimbun longsor di rumahnya," ujar Yudi (40), salah
seorang tetangga korban.
Kepala BPBD
Sumedang Ayi Rusmana mengatakan, pihaknya masih di lapangan dan mengecek
kepastian titik longsor, banjir di wilayah Sumedang Selatan. "Kami belum
bisa memastikan berapa total daerah yang longsor dan banjir. Informasi
sementara ada 4 korban meninggal akibat longsor yang terjadi di dua titik di
wilayah Sumedang Selatan," sebutnya.
Red : Topan
Purnama
Monday, September 12, 2016
DIDUGA DEPRESI MENTAL , SEORANG PRIA TEWAS MENGENASKAN GANTUNG DIRI
Sumedang, Kabandungan
Online
Tepatnya Hari
minggu tanggal 11 September 2016 pada pukul 09.00 WIB Betempat di Rumah Asep Aceng Sutisna,Dusun Lencang Rt 07 Rw 02 Desa
Cibubuan Kecamatan Conggeang Telah di Ketemukan sesosok mayat dalam keadaan
mengenaskan.korban tewas tersebut didapati dalam keadaan menggantungkan dirinya
ke kaso rumah dengan menggunakan tali.
Belakangan korban
diketahui bernama Dedi Wahyu, 25 tahun.korban gantung diri merupakan warga
dusun Lencang Rt 02 Rw 01 Desa Cibubuan Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang.sementara
penyebab kematian korban belum diketahui secara pasti.karena banyak argumen
yang beredar di masyarakat sekitar, tentang penyebab kematiannya.ada yang
menyebutkan bahwa penyebab kematiannya karena masalah rumah tangganya,ada pula
yang menyebutkan karena masalah kendaraan roda dua yang dipinjam seseorang
namun kendaraanya tidak kembali lagi ke tangan korban.
Hingga berita ini
diturunkan ,kasus kematian karena gantung diri ini masih ditangani oleh Polsek
Conggeang dan Tim Forensik Polres Sumedang."hal ini dilakukan untuk mengetahui
latar belakang penyebab kematianya.apakah kematian korban adalah murni gantung
diri ataukah ada indikasi tindak kekerasan terlebih dahulu.nanti kita akan
mengetahuinya dari hasil visum,mudah-mudahan secepatnya hasil visum dapat
diinformasikan,kita tunggu saja." demikian dituturkan salah seorang
petugas Polsek Conggeang kepada Kabandungan Online disela-sela kesibukannya.
Penemuan mayat
ini bermula pada saat Pak Asep Aceng (Pemilik rumah) hendak memetik jambu air
di belakang rumah.ketika itu tercium bau busuk yang sangat menyengat dan banyak
lalat .bau busuk tersebut berasal dari ruangan yang di jadikan gudang. setelah
pintu ruangan di buka Paksa ,begitu terkejutnya Pak Asep menemukan sesosok
mayat jenis kelamin Laki-laki tergantung sudah hampir membusuk.dari keterangan
petugas Polisi, di perkirakan kejadian gantung diri sudah 6-7 hari kebelakang.
Red : Topan
Purnama
Tuesday, September 6, 2016
Sebanyak 5.435 penari umbul warga paseh sumedang sukses memecahkan original rekor Indonesia
Sebanyak 5.435
penari umbul sukses memecahkan original rekor Indonesia tari umbul massal yang
digelar di lapang sepakbola Madukara kecamatan paseh pagi ini Rabu,31 Agustus
2016. Peserta dari berbagai kalangan dengan mengenakan pakaian tradisional
tersebut, telah memenuhi lapangan tersebut. Selain tari umbul juga dipecahkan
rekor murak timbel tutug oncom pasireungit dan penggunaan samping kebaya pun turut terpecahkan. Camat Paseh, H Nandang menyebutkan kegiatan tersebut
merupakan bagian dari memperingati hari kemerdekaan RI. Kegiatan pemecahan rekor
ORI tari umbul juga didukung paguyuban Pasundan Cabang Sumedang. “Saya juga tak
menyangka peserta melebihi dari target,” ujarnya. Bupati Sumedang, H Eka
Setiawan, memberikan apresiasi luar biasa atas partisifasi warga Paseh, ia
bahkan menyebut tak hanya pemecahan original rekor indonesia, tapi juga dunia.
Camat Paseh, H
Nandang S, mengaku optimis dengan telah dibukukannya kembali tari umbul dalam
Original Rekor Indonesia (ORI), tari tersebut bisa jadi icon bagi Kabupaten
Sumedang, selain tahu. “Tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti tari umbul
itu bisa jadi ikonnya Sumedang,” kata Nandang saat diwawancara wartawan usai
acara, siang ini. Meski demikian, lanjut dia, hal itu tergantung dari political
will dari para pejabat yang akan memajukan tari umbul. “Saya yakin kalau ada
political will dari pejabat. Saya yakin bisa, dengan sungguh sunguh fokus
terhadap tari umbul bisa menasional bahkan bisa mendunia. Seperti tari Korea,
Gangnam style,” ungkapnya. Bahkan lanjut dia, sebagai tindak lanjut dari
kegiatan pencatatan rekor ORI itu, pihaknya akan mencoba melakukan ‘ngamen’ ke
berbagai daerah. “Kami ingin mencoba suatu saat nanti, ke depan ingin mencoba
ngamen ke Unpad di sana ada pasar kaget. Kami juga akan ngamen ke jalan Dago
yang ada di Bandung, car free day dan nanti kita ingin ngamen di bundaran HI,”
ujarnya. Seperti diketahui Kecamatan Paseh mampu membukukan tari umbul dalam
catatan ORI, dengan jumlah peserta 5.435 orang. Selain tari umbul tercatat juga
makan timbel tutug oncom Pasireungit terbanyak dan berpakain busana samping
kebaya.
kunjungi link vidionya agar bisa di tonton click untuk tonton
https://www.youtube.com/watch?v=YGs0iGbjciM
red; Topan purnama
Tuesday, August 16, 2016
JALAN ALTERNATIF CONGGEANG-UJUNGJAYA , 7 KM RUSAK PARAH
Sumedang, Kabandungan Online
Jalan Conggeang menuju
Ujungjaya,saat ini kondisinya cukup memprihatinkan.jalan tersebut mengalami
kerusakan yang cukup parah sepanjang kurang lebih 7 Kilo Meter.sementara status
jalan tersebut adalah sebagai salah satu akses jalan alternatif,yang dapat
menghubungkan Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Indramayu dan Kabupaten
Majalengka.apalagi saat ini di wilayah Kabupaten Majalengka sedang dibangun
Bandara Internasional.maka secara tidak langsung akses jalan Conggeamg
Ujungjaya ini nantinya akan sangat penting keberadaanya,sebagai akses masuk
Bandara.karena jika dibandingkan dengan lewat Cijelag,maka dengan menggunakan
jalan ini akan lebih cepat.
Dalam hal perbaikan,pihak
terkait sudah melaksanakan perbaikan di ruas jalan tersebut,namun
sayangnyaperbaikan ini tidaklah menyentuh seluruh ruas jalan ini.hingga tersisa
sekira 7KM yang kondisinya tidak tersentuh perbaikan,dan kondisinya pun sudah
rusak parah.lobang besar dan dalam terdapat hampir disepanjang jalan yang rusak
itu.bagian aspal pun sudah jarang ditemui yang masih menempel.lokasi jalan yang
rusak parah ini mulai dari blok Erpah hingga ke blok Cipelang.sementara dari
mulai blok Cipelang hingga ke Gordah-Ujungjaya ,kondisi jalan sudah bagus
dengan sistem drap beton.
Warga masyarakat
conggeang banyak yang mengeluhkan tentang kondisi jalan yang rusak parah
ini.kebanyakan mereka mengeluhkan ,kenapa perbaikan ruas jalan
Conggeang-Ujungjaya tidak seluruhnya diperbaiki, melainkan menyisakan sekira
7KM.hal ini sangat disesalkan oleh kebanyakan masyarakat Conggeang.pasalnya,
jalan yang dekat dengan jalur tol Cisumdawu tersebut ,merupakan salah satu
penyangga perekonomian masyarakat sekitar.senada dengan hal tersebut
diatas,salah seorang tokoh masyarakat Conggeang ,M. Yahya Sabaruddin mengatakan
" kami selaku masyarakat Conggeang khususnya,mempertanyakan kenapa ruas
jalan Conggeang-Ujung jaya sangat kurang tersentuh oleh pemeliharaan jalan.adapun
upaya perbaikan ,mengapa harus menyisakan jalan yang rusak parah sekira 7
KM.apakah anggaran nya tidak mencukupi jika dilakukan perbaikan seluruhnya
ataukah bagaimana?terus terang kami sangat kecewa dengan hal ini.karena bagi
kami jalan tersebut adalah salah satu akses untuk menunjang perekonomian
masyarakat sekitar."
Pertanyaan-pertanyaan
tersebut,ternyata telah diteruskan ke lembaga legislatif Sumedang.dengan cepat
pihak dari Legislatif khususnya DPRD Kabupaten Sumedang langsung menyerap
aspirasi masyarakat,dan memberikan tanggapan terhadap permasalahan tersebut. "
kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya terhadap warga
masyarakat atas keluhan yang terjadi.pemerintah terkait dalam hal ini belum tuntas
secara keseluruhan dapat memperbaiki ruas jalan tersebut.artinya masih ada sisa
pekerjaan dari pemerintah pada ruas jalan tersebut.secara teknis,untuk
perbaikan ruas jalan yang tersisa sekira 7KM tersebut,membutuhkan dana
sekurangnya 6 hingga 7 Milyar Rupiah.karena untuk lokasi pada ruas jalan yang
belum diperbaiki harus menggunakan sistem cor atau sistem beton.melihat situasi
dan kondisi tanah pada lokasi tersebut memanglah sedikit labil.jadi untuk
perbaikannya harus menggunakan sistem beton,agar setidaknya dapat bertahan
lama.jika dana sebesar itu hanya mengandalkan dari APBD Kabupaten saja,kami rasa
tidak akan cukup.ada satu solusi,yaitu meminta bantuan kepada APBD Provinsi
ataupun ke APBN."
" Kami hingga
saat ini terus melakukan komunikasi dan koordinasi kepada pihak DPRD Provinsi
Jawa Barat,agar dapat menganggarkan bantuan dari APBD ataupun APBN terhadap
penuntasan perbaikan ruas jalan Conggeang-Ujungjaya itu.hal serupa sebetulnya
sudah dilakukan oleh (Alm) H.Endang Sukandar,sewaktu beliau menjabat
Bupati.beliau melakukan kordinasi langsung ke Gubernur Jawa Barat pada tahun
2014 lalu.namun sayang beliau lebih cepat meninggalkan kita semua,dipanggil
Yang Maha Kuasa.kami dari pemerintah Kabupaten Sumedang bukannya tidak
mengalokasikan dana pada APBD 2016 untuk kegiatan tersebut,namun ya itu tadi
masih jauh kekuranganyya.karena hanya kuat pada level 1 Milyar Rupiah.belum
lagi terkena rasionalisasi,karena APBD kita harus menyisakan buat Dana Alokasi
Desa yang cukup besar." demikian
diungkapkan oleh anggota DPRD Sumedang , Ibu Ai Rosmawati dan Bapak Asep
Sumaryana pada sela-sela kesibukannya.
Warga masyarakat sekitar
sangat berharap agar perbaikan ruas jalan yang rusak parah tersebut segera
terealisasikan,supaya tingkat perekonomian masyarakat dapat lebih meningkat
lagi.karena kita ketahui bersama bahwa sarana akses jalan sangat menunjang
sekali dalam peningkatan perekonomian masyarakat.apalagi ruas jalan tersebut
adalah sangat penting keberadaanya sebagai salah satu jalur alternatif.
Ren: Topan Purnama
SUMEDANG GELAR FESTIVAL KUDA RENGGONG SE-JAWA BARAT TAHUN 2016
Sumedang,Kabandungan Online
Inilah bentuk kesenian
tradisional khas Sunda yang merupakan paduan seni musik, igel (tari), dan hewan
peliharaan. Dengan kuda yang dilatih oleh ahlinya, kesenian Kuda Renggong sudah
menjadi bagian dari masyarakat Sunda. Di Tatar Jawa Barat, Kuda Renggong bisa
kita lihat saat acara hajatan budak sunat. Anak yang disunat biasanya diarah
dengan menggunakan kuda yang dihias dan sang kuda berjalan sambil menari
mengikuti irama musik di belakangnya.
Kesenian khas Sunda ini
sejatinya menyimpan potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu atraksi
hiburan bagi wisatawan. Dan itulah yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Sumedang dengan mengadakan Festival Seni Kuda Renggong Se-Jawa Barat
2016. Kegiatan ini diselenggarakan di Lapangan Pacuan Kuda Sindangraja (Dano),
Sumedang utara, Kabupaten Sumedang pada Minggu 14 Agustus 2016.
Festival Seni Kuda
Renggong se-Jawa Barat 2016 diselenggarakan oleh Paguyuban Kuda Renggong
Kabupaten Sumedang (Paskures) serta Pordasi Jabar. Penyelenggaraan kesenian
Kuda Renggong sebagai upaya pelestarian dan pemeliharaan kesenian tradisional
kuda renggong.Sebanyak 25 grup Seni Kuda renggong dari 5 kabupaten/kota di Jawa
Barat yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Subang, Majalengka, dan Sumedang
mengikuti Festival Kuda Renggong tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2016. Acara
yang dibuka langsung Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan.
Pembukaan diawali dengan
penampilan Seni Tanji anak-anak dari SDN Cigintung yang diikuti oleh Helaran
(defile) dari semua peserta festival. Prosesi pembukaan diisi oleh penampilan
tari dari Sanggar Seni Karina Maung Lugay dengan diiringi oleh musik Tanji.
Sesuai dengan kategori
penilaian festival, masing-masing grup terdiri atas 1 ekor Kuda Renggong
Balaster, 1 ekor Kuda Renggong Sandel, 1 ekor Kuda Renggong Silat (Pencak), 1
kelompok musik tanji, dan 1 kelomok penari. “Piala, piagam dan uang
pembinaanakan akan diberikan kepada Juara I, II, dan III di setiap kategori
yang dilombakan,” tuturnya.
Jumlah peserta dari tiap
kabupaten/kota berdasarkan hasil seleksi dari tiap kecamatan yang mempunyai
grup Seni Kuda Renggong. “Peserta yang tidak membawa grup musik pengiring bisa
menggunakan grup musik yang telah disediakan oleh panitia,” ujarnya Eka.
Dikatakan, juri festival
sebanyak 3 orang yang terdiri atas unsur Disparpora Kabupaten Sumedang, STSI
Bandung, dan seniman Kuda Renggong. “Kriteria penilaian untuk Kuda Renggong
meliputi gerak tari, sistem pengendalian, dan harmonisasi. Untuk Kuda Pencak
meliputi keterampilan atau taraksi kuda, sistem pengendalian, dan harmonisasi.
Untuk grup musik pengiring meliputi keseragaman pakaian, harmonisasi, refleksi,
dan kreativitas. Sedangkan untuk penari meliputi Wiraga, Wirahma, dan Wirasa,”
terangnya.
Ketua Pordasi Jawa Barat
Agus Welianto yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan
tersebut juga dimaksudkan sebagai sosialiasi PON XIX Jabar yang akan digelar
beberapa minggu lagi. “Kita mennargetkan 8 medali emas pada PON nanti melalui
Cabor berkuda. Kuda-kuda yang digunakan oleh kontingen Jabar sebagian besar
dari Sumedang,” tuturnya.
Ia juga meminta kepada
Pemerintah Kabupaten Sumedang agar dapat meningkatkan sarana dan prasarana yang
ada di Pacuan Kuda Sumedang sebagai pusat pembinaan para atlet dan seniman kuda
Sumedang.
Dengan digelarnya
festival tersebut, ia mengharapkan agar hak cipta Seni Kuda Renggong dapat
tetap dipertahankan dan tidak diklaim oleh bangsa lain. “Festival ini rutin
diagendakan tiap tahun di Sumedang dengan harapan Seni Kuda Renggong tetap lestari
dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri,” ucapnya.
Hal yang sama disampaikan
oleh Kepala Disparbud Jawa Barat Ny. Ida Hernida yang berpesan agar Seni Kuda
Renggong tetap dipertahankan sebagai seni warisan leluhur bernilai tinggi.
“Saya titip agar Seni Kuda Renggong ini jangan sampai direbut oleh negara
lain,” katanya.
Untuk itu, ia berjanji
akan terus mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut dari segi anggaran.
“Saya akan sampaikan kepada Gubernur agar kegiatan ini terus berlangsung tiap
tahunnya. Saya juga minta kepada Pak Agus Welianto yang duduk di DPRD agar
turut mensupportnya,” ujarnya.
Bupati menyampaikan
ucapan selamat dan penghargaannya kepada para peserta festival khususnya yang
datang dari luar Sumedang. “Meskipun Kuda Renggong tumbuh dan berkembang di
Sumedang, namun Alhamdulillah telah berkembang luas di beberapa daerah lainnya
di Jawa Barat. Mudah-mudahan tahun depan ada kabupaten lain yang ikut bergabung
lagi,” ucapnya.
Selain dengan tetap
melakukan pembinaan dan perbaikan sarana dan prasarana yang ada, Bupati juga
berpesan agar seluruh seniman dan penggiat Seni Kuda Renggong dapat terus
menjaga kelestarian tersebut. “Saya menyampaikan terima kasih kepada tokoh,
seniman, dan budayawan yang terus memberikan perhatiannya terhadap kesenian
asli Sumedang ini. Semoga dapat terus mempertahankannya,” imbuhnya.
Sejak Mei 2015, kesenian
tradisional Kuda Renggong ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional berasal dari Jawa Barat. Penetapan
ini dikuatkan dengan pemberian sertifikat penetapan bernomor 1539908 dari
perwakilan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada acara Festival Seni Kuda
Renggong se-Kabupaten Sumedang.
SEJARAH KESENIAN KUDA RENGGONG
Nama Kuda Renggong tak
dapat dilepaskan dari Sumedang. Dilansir dari
http://uun-halimah.blogspot.co.id, kesenian Kuda Renggong atau yang dahulu
biasa disebut kuda igel karena bisa ngigel (menari) ini konon tumbuh dan
berkembang di kalangan masyarakat Desa Cikurubuk, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten
Sumedang.
Sekitar tahun 1880-an,
ada seorang anak laki-laki bernama Sipan yang mempunyai kebiasaan mengamati
tingkah laku kuda-kuda miliknya yang bernama si Cengek dan si Dengkek. Dari
pengamatannya itu, ia menyimpulkan bahwa kuda juga dapat dilatih untuk
mengikuti gerakan-gerakan yang diinginkan oleh manusia.
Selanjutnya, ia pun mulai
melatih si Cengek dan si Dengkek untuk melakukan gerakan-gerakan seperti: lari
melintang (adean), gerak lari ke pinggir seperti ayam yang sedang birahi
(beger), gerak langkah pendek namun cepat (torolong), melangkah cepat (derep
atau jogrog), gerakan kaki seperti setengah berlari (anjing minggat), dan gerak
kaki depan cepat dan serempak (congklang) seperti gerakan yang biasa dilakukan
oleh kuda pacu.
Cara yang digunakan untuk
melatih kuda agar mau melakukan gerakan-gerakan tersebut adalah dengan memegang
tali kendali kuda dan mencambuknya dari belakang agar mengikuti irama musik
yang diperdengarkan. Latihan dilakukan selama tiga bulan berturut-turut hingga
kuda menjadi terbiasa dan setiap mendengar musik pengiring ia akan menari
dengan sendirinya.
Melihat keberhasilan
Sipan dalam melatih kuda-kudanya ‘ngarenggong’ membuat Pangeran Aria Surya
Atmadja yang waktu itu menjabat sebagai Bupati Sumedang menjadi tertarik dan memerintahkannya
untuk melatih kuda-kudanya yang didatangkan langsung dari Pulau Sumbawa. Dan,
dari melatih kuda-kuda milik Pangeran Aria Surya Atmadja inilah akhirnya Sipan
dikenal sebagai pencipta kesenian kuda renggong.
Red : Topan Purnama
Wednesday, August 3, 2016
PERTANYAAN KONYOL YANG TAK BERARTI
Terlintas dalam benak
penulis yang terkadang membuat senyum sendiri oleh kekonyolan fikiran sang
penulis.kekonyolan itu ialah "Mengapa harus dollar Amerika yang menjadi
mata uang dunia? Mengapa pula harus bahasa Inggris yang menjadi bahasa
internasional? Selintas kedua pertanyaan diatas adalah pertanyaan konyol
semata.pertanyaan yang kurang begitu tidak penting dan rupanya akan dipandang oleh
sebelah mata, didengar oleh sebelah telinga.
Namun jika kita tela’ah
lebih dalam tentang makna yang terkandung dari kedua pertanyaan diatas tentunya
terselip hal ganjil.mengapa dikatakan ganjil? Jawabannya sangatlah mudah,yaitu
karena dari isi pertanyaan pertama dan kedua adalah merupakan milik
masing-masing negara.dimana dollar Amerika sudah sangat tampak bahwa pemilik
mata uang tersebut adalah negara Adikuasa.selanjutnya pada pertanyaan kedua
sudah tersirat pula bahwa bahasa Internasional itu adalah milik negara Inggris.
Dengan demikian perlu
pengkajian seksama "mengapa acuan mata uang dunia itu US Dollar,mengapa
pula bahasa Internasional itu bahasa Inggris". Lantas siapakah yang
menentukan kedua hal diatas?karena setiap negara pastilah punya mata uang
sendiri,juga punya bahasa negara sendiri.maka demikian timbul lagi pertanyaan
konyol yang selanjutnya,yaitu :
1. Menagapa seluruh
negara di dunia ini tidak menciptakan jenis bahasa baru yang belum ada disetiap
negara untuk dijadikan bahasa dunia,agar terkesan netral?
2.mengapa pula seluruh
negara di dunia menciptakan jenis mata uang baru, untuk dijadikan acuan mata
uang dunia agar terkesan netral pula?
Secara unsur politisi
tentunya pasti ada hal ikhwal yang terselip diantara semua pertanyaan
diatas.namun selayakna kita selaku warga negara yang baik adalah mengikuti
apa-apa yang telah menjadi suatu ketentuan yang mungkin merupakan kesepakatan
seluruh negara-negara di dunia.
Pertanyaan konyol
selanjutnya adalah "dengan adanya ketentuan mata uang dunia mengacu kepada
US Dollar,segala sesuatu mengenai harga dunia sudah jelas mengacu terhadap
nilai US Dollar,ketidakmerataan perekonomian dunia pasti terjadi dikarenakan
kurs mata uang tiap-tiap negara terhadap US dollar ini tidahlah sama.yang
terjadi secara fakta adalah harga US Dollar terhad mata uang tiap negara adalah
"MAHAL" namun sebaliknya,nilai mata uang suatu negara terhadap US
Dollar adalah "MURAH".
Tak ayal kita mendengar
banyak negara yang terjadi kekrisisan dibidang ekonomi.dikarenakan nilai kurs
mata uang ini tidak bersifat tetap dan permanen, melainkan selalu berubah-ubah
menyesuaikan terhadap harga US Dollar di pasaran dunia.salah satunya adalah
negara kita tercinta Indonesia.yang sudah beberapa tahun ini mengalami krisis
moneter,krisis dibidang perekonomian.imbasnya dirasakan oleh seluruh warga
negara.harga-harga menjadi melambung tinggi.karena harga rupiah terhadap Dolar
melemah.
Disatu sisi negara
Indonesia memiliki tujuan pembangunan dibidang perekonomian adalah mengentaskan
kemiskinan menuju masyarakat sejahtera.disisi lain harga-harga kebutuhan
sangatlah melambung tinggi.mau berhasil bagaimana jika hal seperti itu yang
terjadi?perekonomian akan menjadi kuat jika didukung oleh harga-harga kebutuhan
yang seimbang.bagi kebanyakan rakyat biasa hanya bisa mengikutinya
saja.kemiskinan bukannya berkurang namun malah bertambah.pengangguran bukannya
menjadi sedikit malah meningkat.
red; Topan Purnama
2:24 AM








